Kategori: Puisi

  • Puisi-puisi Rizky Amelya Furqan

    Puisi-puisi Rizky Amelya Furqan

    Mencoba Manis Dipatahkan? Bukankah hanya perlu menyambung dan mengabaikan Bukan malah terseok-seok untuk mundur ke belakang Bergerak ke depan, tancapkan semua bekas patahan pada mereka Bukan agar mereka terluka, tetapi agar mereka tersadar telah mematahkan orang yang salah Ini bukan dendam, tetapi ajang pembuktian Bukankah Soekarno mengatakan Seharusnya anak muda menggoncangkan dunia Bukannya malah terguncang…

  • Puisi-puisi Fachri Hamzah

    Puisi-puisi Fachri Hamzah

    Bertemu Bung Besar di Tanah Toba Aku menemukanmu di tanah juang Toba Suaramu lantang dan bergema Meneriakkan kata, merdeka!!! Semangatmu membara bagaikan banteng yang melihat torero mengibaskan muleta Akan tetapi kurasa ada yang hilang dari sana Semangatmu ternyata hanya tinggal selogan belaka Tak ada kata revolusioner dan radikal Juga mimpimu tak pernah kujumpai Seakan tenggelam dalam…

  • Puisi-puisi Diego Alpadani

    Puisi-puisi Diego Alpadani

    Berbahasa Memperkaukan dalam mempercobakan telah kuganti dengan proses setelah kekesalan membentuk memperkaukan pada pergantian Dengan sangat, aku mencoba agar diperkau bukan Kesalahan dalam kebarbaran berbahasa. Selama ini dan sesingkat kau terdiri dari tiga bunyi yang tak bermakna gramatikal sebelumnya. Begini diperkau begitu memperkaukan. Aku megap-megap mencari obat formula mempercobakan dalam memperkaukan atau diperkau. Berterima namun…

  • Puisi-puisi Apriwanto

    Puisi-puisi Apriwanto

    Purnama di Matamu Melukis indah wajahmu Mentari bersinar pagi hari Berakhir sudah sayembara rasa Terhempas keras gelombang pasang Memantul keras karang di lautan Terusir dalam sebingkai harapan Memegang erat kilauan batas Mengepal dalam gelombang pasang Matamu bias akan harapan Raga terdampar dalam jeruji besi Terusik perihal waktu Harapan hanya sebatas kilauan Padang XI Punggasan, 27…

  • Puisi-puisi Hutami Febrianti

    Puisi-puisi Hutami Febrianti

    Ribang Sua Ada temu yang ingin diulang Harap kau bisa kembali pulang Bersama kisah-kisah  usang Yang telah lama terbentang Lihatlah kursi klasik itu Kita pernah duduk bersama Menyemai masa depan berdua Menjamah segala tentang cita Lihatlah pepohonan rindang Di sana kita pernah berbincang Menuai mimpi yang kian hilang Menjadikan kisah kita bersambung Bak merpati yang…

  • Puisi-puisi Rizky Amelya Furqan

    Puisi-puisi Rizky Amelya Furqan

    Nanti, Di Atas Nisanku jika, nanti aku tiada tolong tuliskan doa di nisanku doa-doa yang kutuliskan pada setiap ruang yang pernah kududuki sama seperti Eyang Sapardi yang menulis doa di atas nisannya ini bukan perihal meniru atau apa pun itu tetapi hanya untuk mengingatkan orang-orang yang menjengukku nanti bahwa aku masih titipkan “diriku” pada ruang-ruang yang…

  • Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Resah Sahabat termangu di bawah lampu jalan jalanan Bunga-bunga bintaro gugur kesepian Sahabat yang gamang hatinya berkecamuk ia tengah bertengkar dengan diri sendiri Ia resah bukan buatan Kenyataan yang terbentang jalan yang terpampang bertubrukan dengan nuraninya Ia bisa membohongi semua orang tapi tidak dengan diri sendiri Ia akan hidup selamanya dengan diri itu, nurani itu…

  • Puisi-puisi Mutiara Lembayung

    Puisi-puisi Mutiara Lembayung

    Anak Ula Ia yang selalu menunggu Bertelanjang dada menatap setiap buritan Ia bertelanjang dada dengan tatap penuh harap Menyosong setiap biduk kecil yang datang di antara gelombang Ia yang mengangkat keranjang  harap Mencakar isi sembari membuang rasa Ia yang bertelanjang dada menatap setiap buritan Menanti pagi, menari bersama ombak Dalam mata beningnya, kutulis sejarah Tentang…

  • Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Juang Perjuanganmu jangan berhenti jangan mati Diskusi, diktat, karya ilmiah hingga obrolan warung kopi berisi kaum papa dan petani Air mata yang jatuh ke ladang-ladang dan berhilir ke matamu Orang-orang terusir dari tanahnya, dari lautnya Termarjinalisasi di negeri sendiri Berjalan di gelap tanpa pendidikan Berperang dengan lapar mereka sendiri Kaum papa menanti-nanti Kau jangan berhenti…

  • Puisi-puisi Metra Wiranda Putra

    Puisi-puisi Metra Wiranda Putra

    Melawan Kemustahilan Di malam  pekat Hening dan kesunyian mengumpal jelas Memandang lesu harapku di kejauhan Tatapan kosong tak terpenjam Hasrat ini selalu  menghantam Ingin menyikut keras kemustahilan Rumit, kata yang acapkali mewakili benak Hingga lupa Mahakuasa yang bertindak Realitas tak mampu bukakan netra Semuanya perihal kelengkaraan belaka Sarwa hanya tampak fatamorgana Kalbu ini selalu gelisah…