Kategori: Puisi

  • Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    Hobi, Caraku Melupakanmu katamu, kopi benar-benar membuatku menomorduakanmu tetapi, aku merasa tidak menomorduakanmu aku cuma melupakanmu karena setiap cemburu pada hobiku malah membuatku lupa bagaimana caranya lagi mencintaimu tanpa dinding alibi bahkan tulang daun tulang punggung sudah sama saja semua sama, kecuali hobiku itu tanyaku, “apakah kamu pecinta kopi?” “aku tidak mencintai kopi, aku mencintaimu,”…

  • Puisi-puisi Rizky Amelya Furqan

    Puisi-puisi Rizky Amelya Furqan

    Aku Bukan Lebah! Jika jatuh cinta, aku hanya terkekang rasa Jika jatuh cinta, aku hanya bergejolak rindu setiap temu menyapa Namun ketika suaraku dibungkam, Ketika resahku dimatikan, Ketika kepercayaanku kau pendam Di bawah ketiak hilang bersama keringat Saat itu, juga aku ingin menjadi seekor lebah Agar matamu bengkak dan tak mampu melihat Aku bukan seorang…

  • Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    kota tulang punggung kita? di kampung yang kita tinggal, sepi adalah buahnya. di kota yang kita pijak, kesepian adalah hasilnya. kita telah mencintai kota sebagai tulang punggung, sementara anjing-anjing di kampung mati kelaparan. kelaparan apakah kita pernah mengingat sepi tentang kampung? juga tentang kelaparan para anjing-anjing itu? atau, hanya memikirkan kesepian tentang kota dan nasib…

  • Puisi-puisi Idra Putri

    Puisi-puisi Idra Putri

    Berkaca pada Alam Pekatnya malam tidak lagi kelam Mengoyak mimpi tak berkesudahan Mengumbar pesona kerasnya badai Mengelegar bagai petir tak terperi Malam ini seolah mimpi berganti pagi Melukis indahnya peri kehidupan esok nanti Namun nasib berkata lain Ajal menjemput sebelum mentari menyinari bumi Ayolah manusia Manfaatkan malam untuk komat-kamit Bermunajad doa dalam keheningan Meminta ampun kepada pencipta…

  • Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

    Pancasila Indonesia Kusingkap lembar rajutan hurufmu Kutatap penuh harap pasti Karenanya senang hati Kata demi kata, menari di lembaran putih Bergema di tumpukan buih Menyinga di kobaran api Indonesia kokoh berprinsip Kini napasku terengah Mendengar tangisan pungguk di tengah malam Lantang tak terdengar Sunyi di keramaian Pancasila namanya Segilima bersudut runcing yang pertama Ketuhanan Yang Maha…

  • Puisi-puisi Reni Putri Yanti

    Jeritan Anak Jalanan Jalanan terlalu kejam untuk pemilik mata berbinar bagai bintang Berlalu lalang tanpa kenal rintangan Bertemu mereka pria, wanita ataupun waria Kekerasan seakan menjadi makanan Setiap hari menjadi bahan perbandingan Langkah-langkah kaki sayup bergemetaran Termenung sendirian bila tak mendapat recehan Setiap hari menghadapi pemalakan Tidakkah kau mendengar kawan? Sebuah jeritan anak kurus berbaju…

  • Puisi-puisi Mita Handayani

    Kontemplasi Rindu Bila sudah dilanda rindu begini aku tak tahu filsuf mana yang harus kusalahi akibat seriusnya hati berkontemplasi dengan benak sendiri Rindu mampu melakukan apa saja serupa tangkai yang direnggas bunganya semacam bumi kehilangan langit seperti siang ditinggalkan malam yang pamit Bila boleh kubersabda rindu sungguh menyiksa hulu dada tak kutemui satu pun teori…

  • Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

    Menanti Kepastian : Padi Perjalanan panjang menanti kepastian Kepastian untuk tumbuh dan layak hidup Teriakan kegembiraan pun terdengar sayu Dibawa terbang partikel angin melewati celah-celah kecil Di sana engkau tertanam Di atas tarian gemburan tanah Yang menyambut ceria kehadiranmu Seakan memastikan engkaulah yang paling beruntung Harapan akan berbagi dan ingin berguna Menjadi periotas utama demi meredakan jeritan usus-usus Setiap hari…

  • Puisi-puisi Apriwanto

    Puisi-puisi Apriwanto

    Serupa Karang serupa karang, mengepal pilu di dadanya; membatas gelombang pasang dan badai samudera di laut; rumahnya sendiri tempat ia berdiri diterjang beragam silih berganti serupa demokrasi berubah anarki karang-karang tetap menjadi pagar bagi generasi serupa karang musim lalu, musim ini dan yang akan datang generasi diterjang perubahan pertarungan zaman serupa samudera luas di alam…

  • Puisi-puisi Kurnia Badyu Ilahi

    Cerita Akhir Tahun Di tahun ini, Adalah masa semua orang Menemukan definisi jarak dan rindu yang sebenarnya Aku merasa ada banyak hal yang menarik Juga menghardik: Cinta, rindu, sembilu, Menyatu dalam etape waktu Dua ribu dulu akan lekas berganti gaun Bukankah di tahun ini, Kita semua adalah luka yang dipestakan berkali-kali? Atau kegagalan yang dirayakan…