Kategori: Renyah

  • Label Lelaki Plastik

    Label Lelaki Plastik

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah) Ketika pelesiran di media sosial, terkadang membuat kita tersesat ke konten yang bisa jadi tidak kita minati. Akan tetapi, begitulah algoritma media sosial dengan cara kerja yang agak membingungkan. Suatu kali, ketika asyik menggulir-gulir layar telepon pintar, saya berhenti di sebuah konten yang membandingkan atlet sepak bola dengan idola K-pop…

  • Benda Serbaguna Itu adalah Gantungan Kunci

    Benda Serbaguna Itu adalah Gantungan Kunci

    Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Gantungan kunci boleh dibilang menjadi benda penting. Ia akan menjadi paduan yang klop saat dipasangkan ke kunci atau tas. Tidak hanya menambah nilai keindahan tapi juga bermanfaat demi keselamatan. Gantungan kunci dapat pula dimasukan dalam kategori suvenir. Tidak berlebihan pula kalau gantungan kunci dapat menjadi benda serbaguna. Sebagai suvenir,…

  • Pelecehan Berkedok Komedi

    Pelecehan Berkedok Komedi

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ketika sedang asyik berkeliling di Twitter, seringkali di waktu-waktu tertentu isinya dominan seputar film Indonesia yang sedang tayang dan begitu booming. Tidak sedikit cuitan dan utas yang mengulas film-film tersebut. Uniknya, ulasan itu seringkali hanya berisi pujian-pujian terkait seberapa bagus dan seberapa harus film karya anak bangsa itu ditonton.…

  • Hal yang Dinanti Itu Bernama Oleh-Oleh

    Hal yang Dinanti Itu Bernama Oleh-Oleh

    Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hal paling saya tunggu dari seorang teman yang pulang melancong adalah oleh-oleh. Tidak harus perjalanan jauh luar negeri atau provinsi, cukup luar kota dalam provinsi saja kehadiran oleh-oleh sungguh sangat dinanti. Tentu saja tanpa menyampingkan faktor keselamatannya pulang-pergi. Sebagai seorang teman, bertemu dengannya sepulang melancong dalam keadaan sehat dan…

  • Bapak, Tongkrongan, dan Anak-Anak

    Bapak, Tongkrongan, dan Anak-Anak

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah)   Menjelang akhir pekan ini, salah satu unggahan menfess di Twitter_eh, maksudnya X_cukup ramai menarik perhatian warganet. Pasalnya, unggahan tersebut menampilkan cuplikan video dengan situasi yang memang terbilang langka terjadi di sekitar kita. Dalam video itu tampak lima orang bapak-bapak paruh baya yang tengah nongkrong sambil ngopi. Tiga di antaranya…

  • Hanya Mampu di Waktu yang Tepat

    Hanya Mampu di Waktu yang Tepat

    Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Disiplin waktu atau sering juga disebut tepat waktu perlu untuk dilakukan. Dalam rutinitas harian misalnya, membiasakan diri untuk tepat waktu tidak ada ruginya. Dampaknya luar biasa, kita nyaman yang menanti pun senang. Saling menguntungkan. Bagi siapa saja yang sudah terbiasa disiplin waktu, sungguh mengagumkan. Patut untuk dicontoh dan diteladani.…

  • Mengobrolkan “Sampai Jadi Debu”

    Mengobrolkan “Sampai Jadi Debu”

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah) “Sampai Jadi Debu” adalah salah satu lagu dari Banda Neira yang menurut saya begitu romantis. Bila didengarkan, lagu ini berlangsung cukup lama, yaitu sekitar 6 menit 48 detik. Meskipun tergolong lama, lagu ini justru memiliki lirik yang singkat dan sederhana. Lagu yang turut serta menampilkan gubahan musik dari Gardika Gigih…

  • Kemeja Putih Lengan Pendek

    Kemeja Putih Lengan Pendek

    Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini kemeja putih lengan pendek menjadi sering saya kenakan. Tidak ada alasan khusus kenapa sering saya kenakan. Yang jelas, saya terlihat lebih rapi saja. Keren. Begitu komentar beberapa teman. Entah itu sekadar basa-basi atau memang benar-benar keren. Hal itu akan lebih terlihat keren saat kemeja putih…

  • Suatu Hari di Sekolah

    Suatu Hari di Sekolah

    Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah) Suatu hari sewaktu di Sekolah Menengah Pertama, kami para siswi dikumpulkan untuk mendapat penyuluhan. Ketika itu, kami berkumpul di musala sekolah karena sekolah itu tidak memiliki aula khusus untuk mengadakan pertemuan selain musala dan lapangan terbuka untuk upacara. Sedari istirahat kedua, sekolah kami memang seperti kedatangan tamu. Beberapa wanita paruh…

  • Kalau Bisa Nanti, Kenapa Harus Sekarang?

    Kalau Bisa Nanti, Kenapa Harus Sekarang?

    Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Terkadang bikin jengkel dan menyebalkan, bila sebuah urusan yang harusnya bisa selesai cepat tapi dibikin lambat. Urusan yang harusnya terjadwal selesai dalam hitungan jam, namun harus selesai esok. Terlebih menyebalkan, bila semua urusan hari itu tidak dapat diselesaikan sesuai standar waktunya dengan berbagai alasan yang “bertele-tele”. Istilah lainnya “kalau…