![Wali Kota Pariaman, Genius Umar pada acara Roadshow Politik Kesejahteraan, dengan tema "Gus Muhaimin Mendengar" di ruang kerjanya. Kamis siang (26/8).[foto :ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/10/1629967290-web.jpg)
Pada kesempatan ini, Genius Umar mengatakan, untuk dunia pendidikan, pihaknya memiliki program wajib belajar 12 tahun. Kemudian Sagasaja untuk warga yang telah tamat SMA yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, namun terkendala biaya.
“Dibidang Pendidikan, kami mempunyai program Wajar (wajib belajar) 12 tahun, dimana Pemerintah membiayai pendidikan dari SD sampai SMA/SMK. Harapan lama sekolah Kota Pariaman 14,54 tahun serta rata-rata lama belajar 10,59 tahun, dengan angka melek huruf sebesar 99,58 persen,” ujar Genius Umar pada acara Roadshow Politik Kesejahteraan, dengan tema “Gus Muhaimin Mendengar” di ruang kerjanya. Kamis siang (26/8).
Untuk menunjukkan komitmen Pemko Pariaman di bidang Pendidikan, bukan hanya sampai tamat SMA/SMK saja. Tetapi juga menggratiskan warganya untuk menempuh jenjang Perguruan Tinggi (PT) dalam program Sagasaja (Satu Keluarga Satu Sarjana).
“Saat ini, kita juga menyerahkan KIP (Kartu Indonesia Pintar), dimana kita serahkan untuk pelajar yang kurang mampu. Untuk membeli buku atau sarana belajar lainya, tetapi jumlahnya terbatas, terkait keterbatasan anggaran yang kita punya, untuk itu agar KIP ini hendaknya dapat ditambah oleh Cak Imim,” rayunya.
Untuk pembiayaan sendiri, Pemko berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari APBD, Baznas dan CSR Perbankan,BUMN, dan BUMD yang ada di Kota Pariaman.
“Setiap tahun, ada 100 orang anak yang kita kuliahkan sejak dimulai tahun 2018 lalu. Disituasi Pandemi saat ini, sekarang naik menjadi 200 orang, dan kita kewalahan untuk itu. Karena itu, pada momen ini, kami meminta agar Gus Muhaimin bisa membantu pembiayaan untuk Sagasaja ini,” katanya mengakhiri.
Selain itu, Genius Umar juga meminta agar pembangunan jalan tol Pekanbaru-Sumatera Barat, dapat kembali dilanjutkan. Karena pembangunan ini nantinya akan membuat Kota Pariaman sangat diuntungkan.
Belajar dari pandemi ini, Gus Muhaimin mengatakan bahwa pola pembangunan harus diubah. Tidak hanya mengandalkan pemerintah atau negara saja, tetapi melibatkan semua pihak dan seluruh pemerintah daerah dan potensi yang ada.
“Saya juga mengapresiasi program Pemko Pariaman dibidang pendidikan, terutama Sagasaja, dimana progam ini merupakan program yang luar biasa, dan kita acungi jempol untuk pak Walikota Pariaman yang memang Genius ini,” ucapnya.
Sementara itu, Gus Muhaimin juga akan menyampaikan kepada pusat tentang permintaan orang nomor satu di Kota Pariaman ini. Bagaimana untuk Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Sumbar, dapat diteruskan yang saat ini ditangguhkan kepada bapak Presiden. Karena Jalan Tol ini sangat penting bagi Sumbar umumnya dan Kota Pariaman khususnya.
![Wali Kota Pariaman, Genius Umar pada acara Roadshow Politik Kesejahteraan, dengan tema "Gus Muhaimin Mendengar" di ruang kerjanya. Kamis siang (26/8).[foto :ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/10/1629967290-web.jpg)
Tinggalkan Balasan