
Padang, Scientia– Senang dan sedikit lega, itulah perasaan yang kini dirasakan oleh pasangan suami istri Lukman Hakim(32) dan Yendra Winda(30). Sebab anak pertama mereka, Amanda Diyaz Athaillah (5) yang didiagnosis menderita penyakit Hidrosefalus, mendapat bantuan pengobatan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman.
Bantuan ini disalurkan melalui Dinas Kesehatan daerah setempat dan difasilitasi oleh Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Daerah Pemilihan IV, Donizar. Dengan wajah semringah, Ibunda Diyaz, yang biasa disapa Winda menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian dari Donizar dan Dinkes Kabupaten Pasaman.
Sebelumnya Amanda Diyaz Athaillah merupakan bocah lima tahun yang kesehariannya selalu ceria. Namun beberapa waktu belakangan keceriaan itu mulai memudar karena sakit yang ia derita. Kanak-kanak satu ini juga harus rela, selang dipasang di kepalanya menjalar hingga ke perutnya untuk mengobati sakit yang ia derita. Selang itu adalah sebagai saluran cairan dari dalam otak ke tubuhnya.
Sementara, orang tua Diyaz tidak memiliki penghasilan tetap. Ayahnya, Lukman Hakim hanyalah pekerja serabutan, dan ibunya hanya ibu rumah tangga. Diyaz adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Ia memiliki adik kembar berumur 2 tahun, sementara si bungsu belum genap 1 tahun. Orang tua Diyaz belum memiliki rumah, sementara ini mereka tinggal dengan neneknya Diyaz, yang beralamat di Kampung Parik Gadang jr. Simpang Tigo, Simpang, Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman Sumatera Barat.
Lukman Hakim mengatakan, ketika masih berumur empat bulan Diyaz sudah pernah berobat ke rumah sakit, namun belum juga membuahkan hasil. Hingga akhirnya kesempatan itu tiba, Diyaz mendapat kesempatan untuk kembali menjalani proses pengobatan.
Pada Jumat, 18 September lalu anggota DPRD Provinsi, Donizar, didampingi dinas kesehatan dan bidan desa, mengunjungi kediaman Diyaz. Kedatangan rombongan ini untuk melihat keadaannya dan meminta kepada orang tuanya agar Diyaz dilakukan tindakan pengobatan.
Pada 23 September 2020 pihak puskesmas membawa Diyaz ke RSUD Pasaman untuk pemeriksaan dan dirujuk Ke RSUP M Djamil Padang. “Tanggal 28 September ananda Diyaz dan orangtuanya berangkat ke Padang diantar mobil dinas kesehatan. Sebelum ke rumah sakit mereka singgah ke Rumah Singgah Sahabat Donizar di Jl. Banjarmasin No 14 P Ulak Karang,” papar Donizar.
Lebih lanjut ia menceritakan, 7 Oktober Diyaz masuk ke ruang rawat dan dilakukan tindakan operasi pada 8 Oktober 2020. Lukman Hakim mengucapkan syukur tak terhingga, setelah 4 tahun menunggu pengobatan penyakit yang diderita anaknya bisa diambil tindakan operasi.
“Syukur yang sangat mendalam kami rasakan, semoga pihak-pihak yang membantu terimakasih yang sedalam-dalamnya. Semoga kebaikannya dibalas oleh Allah dengan pahala yang berlipat ganda,” tutur Lukman.
Sementara Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Donizar yang memfasilitasi operasi Diyaz mengatakan, upaya ini sangat penting dilakukan, sebab ini menyangkut kemanusiaan. Wakil Ketua komisi V DPRD Sumbar itu juga meminta semua pihak dapat mendoakan kesembuhan Diyaz.
“Ini merupakan tanggung jawab kami terhadap konstituen, kami sangat berharap agar Diyaz segera sembuh seperti anak-anak lainnya (normal). Kepada keluarga agar tetap tabah, dibalik ujian yang dihadapi pastinya ada hikmah yang akan kita petik, terus semangat dan jangan menyerah,” Pungkas Donizar. (frl)

Tinggalkan Balasan