Dharmasraya, Scientia.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dharmasraya mengadakan Workshop Penguatan Kapasitas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui pemantauan mutu. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 2 hingga 4 Mei 2024, di Hotel HW Padang.
Workshop ini bertujuan untuk memperkuat pelayanan kesehatan Primary Health Care (PHC) dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang menyeluruh, termasuk pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif di Puskesmas.
Selain itu, workshop ini juga bertujuan untuk mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui peningkatan skrining kesehatan, meningkatkan mutu Puskesmas, dan meningkatkan kapasitas petugas dalam peningkatan mutu Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, Yosta Defina, dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya dalam pilar Transformasi Layanan Primer.
“Penguatan pelayanan kesehatan primer menjadi kunci utama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui workshop ini, diharapkan para peserta dapat meningkatkan kapasitasnya dalam memantau mutu pelayanan kesehatan di FKTP masing-masing,” ujar Yosta Defina.
Workshop ini diikuti oleh peserta dari berbagai FKTP di Kabupaten Dharmasraya. Para peserta mendapatkan materi tentang pengukuran dan pelaporan indikator mutu, pemantauan mutu pelayanan kesehatan, dan penyusunan Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS).
Diharapkan dengan adanya workshop ini, mutu pelayanan kesehatan di FKTP Kabupaten Dharmasraya dapat terus meningkat dan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Pentingnya Pemantauan Mutu Pelayanan Kesehatan
Pemantauan mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Melalui pemantauan mutu, dapat diketahui sejauh mana mutu pelayanan kesehatan yang diberikan telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Hasil pemantauan mutu kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Hal ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kepuasan pasien dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Akreditasi dan Pasca Akreditasi
Diperolehnya sertifikat akreditasi bukanlah tujuan akhir bagi FKTP dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Pasca akreditasi, FKTP harus terus melakukan upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menyusun dan melaksanakan Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS). PPS merupakan dokumen yang memuat rencana strategis FKTP untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan selama periode tertentu.
PPS harus disusun berdasarkan hasil pemantauan mutu dan harus ditinjau ulang secara berkala. Rekomendasi tertulis yang diperoleh dari surveior akreditasi juga harus ditindaklanjuti dalam PPS.
Baca Juga: DPRD Dharmasraya Susun Ranperda Perlindungan Petani dan Penanggulangan Kemiskinan
Dengan melakukan upaya-upaya tersebut, diharapkan mutu pelayanan kesehatan di FKTP dapat terus meningkat dan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas. (tnl)
![Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dharmasraya mengadakan Workshop Penguatan Kapasitas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui pemantauan mutu. [Foto: Ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2024/05/dinas.jpeg)
Tinggalkan Balasan