Padang Panjang, Scientia.id – Sekelompok orang yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Padang Panjang, membentuk usaha di bidang produksi kain batik. Mereka menamakan kelompok atau usaha tersebut Disiko Batik.
Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Padang Panjang Muhamad Ilham didampingi Wakil Sekretaris, Fauzi mengatakan adanya usaha batik bertujuan guna mendorong terwujudnya disabilitas yang berdaya saing dan mandiri sesuai tujuan dari PPDI.
“Rekan-rekan kami yang membatik terlihat antusias serta menunjukkan semangat dan kegigihan yang luar biasa. Mereka tekun belajar dan berlatih menuangkan kreativitas ke atas kain, dan menghasilkan karya seni yang memukau,” katanya.
Disabilitas yang membatik ini, ujarnya, bukan sekadar menganggap aktivitas mereka sebagai pekerjaan, melainkan cara mengekspresikan diri, membangun rasa percaya diri, dan mencapai kemandirian ekonomi.
“Masyarakat yang ingin berkunjung dipersilakan melihat bagaimana proses pembuatan batik serta beberapa hasil yang telah rampung, pada Sabtu dan Ahad mulai dari jam 10 pagi,” sebutnya.
Dikatakannya lagi, produk batik yang telah selesai diproduksi bakal dipasarkan kepada seluruh warga yang berminat
“Pesanan bisa hubungi +62 895-6037-45720. Kami mengurus PPDI mengajak keluarga disabilitas yang ingin mengembangkan ide kreatif bidang seni batik bisa datang ke sekretariat PPDI Padang Panjang,” imbuhnya.
Baca Juga: Harga Cabai di Padang Panjang Alami Kenaikan, Harga Bawang Turun
Usaha tersebut mulai berjalan Ahad (23/6/2024). Proses membatik dilakukan di Sekretariat PPDI Jalan Adam BB No 550 Kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB).(*)

Tinggalkan Balasan