PADANG, Scientia.id–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang terus berupaya melakukan penghijauan dan penanaman kembali pohon pelindung yang tumbang karena faktor cuara ekstrem. Sejak Januari hingga Juni tahun ini, sebanyak 131 pohon baru telah ditanam untuk menggantikan pohon pelindung yang tumbang.
Hal itu disampaikan Kepala DLH Padang, Fadelan Fitra Masta, Rabu (26/06/2024) kepada scientia.id. Menurutnya, kejadian pohon tumbang di Kota Padang tersebut memang dominan disebabkan oleh cuaca ekstrem berupaya hujan lebat dan angin kencang.
“Dari awal tahun hingga sekarang cuaca cukup ekstrem, sehingga lumayan banyak pohon berumur tua yang patah hingga . Upaya penanggulangan berupa penanaman kembali sudah menjadi kegiatan rutin yang kita lakukan. Jika ada yang tumbang, langsung ditanam kembali,” ujar Fadelan.
Sebelum melakukan penanaman kembali, sambungnya, pihaknya akan mengkaji terlebih dulu kelaikan lokasi tempat penanaman tersebut. Untuk penanaman pohon baru, pihaknya memfasilitasi bibit pohon yang dibeli dari pengusaha bibit tanaman Kota Padang.
“Kita membeli bibit pohon di daerah Lubuk Minturun. Untuk bibit pohon ini, tergantung stok yang tersedia saja, yang penting pohonnya kuat dan memiliki daun yang rimbun,” ujarnya lagi.
Lebih lanjut ia menjelaskan, keberadaan pohon pelindung sangat penting untuk kehidupan sehari-hari masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat berteduh, pohon pelindung juga berperan dalam menyerap polusi udara dan menyediakan oksigen.
“Oleh karena itu, kita terus menghimbau masyarakat agar mari bersama-sama kita menjaga kelestarian lingkungan kita. Mari rawat pohon pelindung yang ada. Jangan dirusak pohon pelindung hanya untuk kepentingan pribadi,” ucapnya menutup. (s/tmi)

Tinggalkan Balasan