Edy Rahmayadi : Prokes dan Vaksinasi Senjata Utama Lawan Covid -19

Wakil Bupati Asahan bersama Kajari Asahan mengikuti Rakor Evaluasi PPKM dan Penyerapan anggaran covid. (Scientia/ Hans)

Kisaran, Scientia – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menegaskan, bahwa Prokes dan Vaksinasi merupakan senjata utama dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Selain itu, Gubsu juga meminta para kepala daerah tidak ragu untuk merealisasikan anggaran. Percepatan realisasi anggaran, menurutnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumut, usai terhantam pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan saat rapat koordinasi evaluasi PPKM dan Penyerapan Anggaran Covid-19 di Hotel Grand Aston Jalan Balai Kota Medan, Senin (27/09/2021).

Gubsu menyebutkan lambatnya serapan anggaran terjadi karena beberapa faktor seperti Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang mumpuni, takut kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dan faktor alam.

Selain karena faktor alam, dia berharap tidak terjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun (SILPA).

“Kelola keuangan yang baik berarti tidak ada SILPA, selain karena faktor alam ya seperti bencana atau yang lainnya sehingga program itu tidak bisa dijalankan,” kata Gubsu sebagaimana disampaikan Kadis Kominfo Kab. Asahan Rahmad Hidayat diruang kerjannya, Selasa (28/9/2021).

Gubsu juga mengingatkan selain APBD realisasi anggaran penanganan Covid-19 juga secepatnya dilakukan. Per 18 September 2021 Sumut telah merealisasikan anggaran Covid-19 50,7%  atau sekitar 87,2 miliar.

“Ini yang pengelola anggaran banyak takut dan ragu. Seperti kata Kapolda dan Kejatisu bila tidak ada kesengajaan dan kelalaian dalam menggunakan anggaran ini maka tidak ada yang perlu ditakutkan,” jelas Edy Rahmayadi.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol. R.Z Panca Putra Simanjuntak menegaskan telah memerintahkan kepada jajaran bawahannya untuk mendampingi kepala daerah dalam merealisasikan anggarannya. Dengan begitu diharapkan terhindar dari tindakan Korupsi Kolusi dan Nepotisme.

Polda Sumut dalam bertindak, menurut Panca Putra, tidak langsung melakukan penangkapan, ada tahapan seperti upaya awal, upaya preventif, memberi warning, evaluasi kemudian penegakan hukum.

“Sudah saya sampaikan kepada bawahan saya jangan menakuti-nakuti, dampingi. Kalau ada yang main-main boleh disampaikan kepada saya. Ini demi kemajuan perekonomian Sumut, demi kesejahteraan rakyat. Kita juga dalam bertindak tidak mungkin langsung tangkap ada upaya-upaya yang dilakukan sebelumnya,” tegas Panca.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan Taufik ZA Siregar, usai mengikuti Rakor mengatakan pihaknya berharap dukungan dan arahan dari semua pihak terutama Pempropsu, Kejaksaan dan Kepolisian.

Agar pelaksanaan program  percepatan Penanganan  Covid-19 di Kabupaten Asahan dapat berjalan dengan baik, terukur sesuai aturan yang berlaku sehingga serapan anggaran Kabupaten Asahan dapat terlaksana  sesuai dengan harapan.

“Kita berharap dukungan semua pihak dalam program penanganan covid-19 di Kabupaten Asahan, sehingga serapan anggaran dapat terlaksana sesuai harapan,” tutupnya. (Hans)

 


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *