Walikota Pariaman, Genius Umar ketika memberikan sambutan pada peringatan isra dan mikraj Nabi Muhammad SAW, di Mesjid Raya Pauh. Jumat malam, (2/4). [Foto : ist]

Genius Umar : Peringatan Isra dan Mikraj, Momen Tingaktkan Syukur

Walikota Pariaman, Genius Umar ketika memberikan sambutan pada peringatan isra dan mikraj Nabi Muhammad SAW, di Mesjid Raya Pauh. Jumat malam, (2/4). [Foto : ist]
Walikota Pariaman, Genius Umar ketika memberikan sambutan pada peringatan isra dan mikraj Nabi Muhammad SAW, di Mesjid Raya Pauh. Jumat malam, (2/4). [Foto : ist]
Pariaman, Scientia – Peringatan Isra dan mikraj mengandung hikmah hingga pelajaran yang bisa diambil, yakni meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT, serta mentauladani sikap dan perilaku nabi Muhammad SAW. Demikian itu merupakan cerminan karakter manusia berilmu dan beriman.

Hal itu disampaikan Walikota Pariaman, Genius Umar ketika memberikan sambutan pada peringatan isra dan mikraj Nabi Muhammad SAW, di Mesjid Raya Pauh. Genius menyebut, momen peringatan ini, sejatinya adalah salah satu ajaran untuk memakmurkan masjid. Menurutnya tanggung jawab umat muslim adalah menghidupkan suasana ibadah, terutama di masjid-masjid.

“Ini perlu jadi perhatian kita bersama, terutama dalam hal memakmurkan masjid. Karena masjid, tempat belajar membentuk karakter pribadi yang berilmu dan beriman, khususnya generasi muda. Lebih penting lagi, generasi muda adalah penerus estafet pembanguanan daerah kedepannya,” ujar Genius Umar di Pariaman. Jumat malam, (2/4)

Selain itu Genius juga mengatakan, pembangunan daerah, tidak akan berjalan sesuai dengan harapan bersama. Jika tidak ada doa dan dukungan seluruh warga daerah itu.

“Saya meminta doa kita bersama, untuk setiap pembangunan di Kota Pariaman terus berjalan dan bermanfaat bagi kita semua. Sehingga nantinya masyarakat Kota Pariaman dapat bahagia dan sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Peringatan  isra mikraj Nabi Muhammad SAW, di Mesjid Raya Pauh ini juga dihadiri oleh beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman. Termasuk perantau , ninik mamak, tokoh masyarakat, Kepala Desa Pauh Barat dan para jemaah pengajian yang datang.(*)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *