Gerakan Pejuang Subuh Masjid Miftahul Ulum Koto Alam Menginspirasi

Gerakan Pejuang Subuh Masjid Miftahul Ulum Koto Alam Menginspirasi

Gerakan Pejuang Subuh Masjid Miftahul Ulum Koto Alam Menginspirasi
Jamaah anak-anak mendapatkan sarapan paginya setelah salat Subuh.

Lima Puluh Kota, Scientia – Pengurus dan remaja Masjid Miftahul Ulum Koto Alam, Lima Puluh Kota bagikan sarapan gratis bagi jamaah salat Subuh. Gerakan ini berawal dari kegelisahan melihat sepinya jamaah salat lima waktu di masjid, apalagi di waktu Subuh yang hanya 2-5 jamaah saja.

Gerakan yang dinamakan pejuang Subuh ini dimulai dari kampanye ajakan salat berjamaah di masjid dengan tabligh akbar 1 Muharram. Kemudian, ajakan ini cukup mendapat perhatian dari banyak masyarakat dan lahirlah gerakan pejuang Subuh. Sampai saat ini, jamaah shalat Subuh mencapai lebih dari 100 jamaah.

Pengurus masjid membagikan sarapan gratis kepada jamaah yang didominasi anak-anak  setelah melaksanakan salat Subuh berjamaah. Ada juga reward bagi anak yang tidak pernah absen berjamaah selama 2 minggu. Mereka akan mendapatkan bingkisan khusus drari pengurus remaja masjid.

“Walaupun kegiatan ini didominasi anak-anak, namun secara otomatis jamaah dewasa juga meningkat karena sebagian besar mereka adalah orang tua dari anak-anak tersebut. Jadi ya kadang terpaksa harus ikut berjmaah di masjid demi menjaga anaknya,” ujar Pildalisman, sekretaris pengurus masjid sekaligus penggagas gerakan pejuang Subuh.

Kepala bagian kesra setda Lima Puluh Kota melalui kasubag, Muhardi, mengaku salut dan bangga kepada pengurus masjid yang telah memberi contoh yang menarik dalam berdakwah dan peningkatan jamaah.

“Setahu saya ada Masjid Jogokarian di Jogja yang mempratekkan hal seperti ini. Memuliakan jamaahnya, membntu jamaah yang kurang mampu melalui sumbangan masjid. Bahkan masjid itu terkenal dengan saldo nol rupiah, karena setiap sumbangan masuk dari jamaah langsung digunakan untuk keperluan masjid dan jamaah yang membutuhkan,” ujar Muhardi.

Ia berharap Masjid Miftahul Ulum Koto Alam dapat menjadi seperti Masjid Jogokarian dalam memuliakan jamaahnya.

Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Lima Puluh Kota, Wizri Yasir mengapresiasi gerakan pejuang Subuh ini.

“Dari generasi inilah kita bisa menciptakan Masjid paripurna. Di mana Masjid menjadi pusat peradaban umat Islam, sebagi pusat ilmu pengetahuan, ekonomi, kesehatan dan tempat menempa diri menjadi pribadi yang tangguh, beriman dan berakhlak mulia,” ujarnya.

 


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *