
Padang, Scientia – Gubernur Sumbar, Mahyeldi buka Bimbingan Teknis Inovasi Daerah. Mahyledi mendorong semua OPD berpacu dalam menciptakan inovasi menjadi yang terbaik di Sumbar. Dengan demikian skor yang diperoleh OPD bisa merata dan meningkat.
Ia mengatakan, inovasi yang diciptakan OPD, tujuannya memberikan pelayanan optimal pada masyarakat. Selain itu, pemerintah pusat juga memberi penghargan terhadap inovasi daerah tersebut.
“Keuntungan dari inovasi untuk daerah dan masyarakat, tetapi daerah juga bisa mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat. Untuk itu, setiap lembaga harus bisa membuat minimal 4 inovasi dalam setahun,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi di Aula Kantor Gubernur, Jumat (18/6).
“Informasinya untuk peringkat pertama itu skor yang dibutuhkan lebih dari 100 ribu. Itu bisa menjadi target,” ujarnya lagi.
Gubernur meminta OPD yang memiliki skor tertinggi di Sumbar untuk berbagi informasi tentang upaya yang telah dilakukan hingga bisa menjadi yang terbaik. Skor tertinggi diperoleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Kependudukan dan Pencatatan Sipil, disusul Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
“Inovasi harus dimulai dari fakta dan realita yang dihadapi dan dibandingkan dengan cita-cita, keinginan terbaik yang ingin dicapai. Jarak antara fakta dan keinginnya itulah yang harus dicarikan solusi, inovasi agar bisa bertemu pada satu titik,” katanya.
Ia berharap melalui bimbingan teknis yang diberikan oleh Kepala Badan Litbang Kemendagri, Agus Fatoni bisa memberikan pencerahan kepada OPD di Sumbar sehingga bisa menciptakan inovasi terbaik.(*)

Tinggalkan Balasan