Pesisir Selatan, Scientia – Gubernur Sumatera Barat mengapresiasi pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan terhadap kesenian Rabab atau Babiola, sebagai upaya pelestarian kekayaan budaya agar tidak hilang dari bumi Minangkabau.
“Kita apresiasi usaha Dinas Kebudayaan ini,” katanya di bawah rintik hujan yang turun saat pembukaan Pertunjukan Pendampingan Rabab/Babiola di Nagari Sungai Liku Kec. Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (26/09/2021).
Diketahui, di Sumbar alat musik Rabab tersebar di Pesisir Selatan, Pariaman dan Solok Selatan.
Gubernur mengatakan kebudayaan merupakan investasi masa depan dalam membangun peradaban bangsa. Karena itu, kebudayaan suatu negara / bangsa akan maju dan bertahan sejalan dengan usia bumi.
Kegiatan pendampingan terhadap Warisan Budaya “Rabab/Babiola” yang diprogram Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kebudayaan merupakan salah satu upaya dalam pelestarian Warisan Budaya.
Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia, memiliki keragaman budaya yang unik dan spesifik. Keberagaman Kebudayaan Daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan Kebudayaan.
Di lokasi sama, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Gemala Ranti mengatakan, hingga saat ini sudah 41 karya budaya dari Provinsi Sumatera Barat yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI). Rabab telah ditetapkan pada tahun 2015 dan Babiola tahun 2019.
Sebagai upaya pelestarian pada tahun ini telah dilakukan pendampingan terhadap Warisan Budaya Rabab/Babiola pada 3 (tiga) daerah sebaran Rabab/babiola di Sumatera Barat yakni: Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Solok Selatan.
Jika kita amati kondisi saat ini, pada umumnya pelestari yang masih ada saat ini rata-rata sudah berusia di atas 40 tahun yang dikhawatirkan akan segera memiliki keterbatasan fisik dan kesehatan untuk melanjutkan kesenian ini.
Ketua Komisi VI DPRD Provinsi Sumbar Muchlis Yusuf Abit meminta Dinas Kebudayaan bisa mengangkat budaya di nagari tidak hanya di Pesisir Selatan tetapi di seluruh daerah di Sumbar.
“DPRD akan slalu mendukung dalam pelestarian budaya yang ada di Ranah Minang,” ujarnya. (pzv)

Tinggalkan Balasan