
Padang, Scientia – Kota Padang menjadi satu-satunya daerah yang masih menerapkan PPKM level 4 di Sumatera Barat sehingga masyarakat yang terdampak perlu diberikan stimulus dan bantuan. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, bantuan di Kota Padang akan diupayakan dari berbagai pihak termasuk Pemprov Sumbar dan lembaga-lembaga lain yang memungkinkan.
Di sela peninjauan kegiatan penyaluran bansos tunai, ia juga mengingatkan agar penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial agar tidak menimbulkan kerumunan yang berpotensi untuk penyebaran Covid-19.
“Harus dibagi titik penyaluran dan jam bagi tiap-tiap kelurahan sehingga tetap bisa dilakukan protokol kesehatan terutama dengan menjaga jarak dan menggunakan masker. Kita akan mengupayakan semua bisa bergerak untuk membantu meringankan beban masyarakat saat pandemi,” kata gubernur, Selasa (27/7).
Menurut Wali Kota Padang, Hendri Septa, ada 18.400 penerima manfaat yang akan mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial tersebut. Pada hari pertama diserahkan bantuan untuk penerima manfaat di Kecamatan Padang Selatan dengan jumlah 1.300 keluarga.
“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak. Kita ikuti aturan ini mudah-mudahan masyarakat Kota Padang tetap sehat dan status PPKM level 4 ini bisa segera dicabut,” harap Hendri Septa.
Kepala PT Pos Kota Padang, Agus Tridian mengatakan, pihaknya telah mengatur sistem penyaluran per kelurahan agar tidak terjadi penumpukan masyarakat yang akan mengambil bansos. Pihaknya membatasi jamnya untuk masing-masing kelurahan sehingga nanti tidak ada ada yang menumpuk. Kita juga tetap minta agar masyarakat yang datang untuk menerapkan protokol kesehatan.
“Bantuan sosial tunai sebesar Rp 600 ribu dan bantuan beras PPKM sebanyak 10 kilogram. Penyaluran akan dilakukan beberapa hari ke depan sesuai jadwal dan waktu yang ditentukan untuk masing-masing kelurahan.” tutup Agus.(*)

Tinggalkan Balasan