
Idra Putri, S.S., M.Pd
Guru berarti orang yang pekerjaannya mengajar (KBBI, 2007: 393). Seiring perkembangan zaman, kata guru dikembangkan lebih luas menjadi orang yang bertugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didiknya (siswa). Guru merupakan orang yang selalu digugu atau ditiru, baik oleh siswa maupun oleh lingkungan masyarakatnya. Keberadaan guru sangat penting untuk mencerdaskan anak bangsa. Tanpa adanya guru pembelajaran akan hampa. Hal itu sudah dibuktikan dengan pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) selama masa Pandemi Covid 19. Banyak siswa yang mengaku bosan di rumah, ingin belajar dengan guru, serta kurang paham dengan pembelajaran yang berbasis online, apalagi sosok guru memang tidak tergantikan.
Merujuk pada hal di atas, maka jelaslah peran guru sangatlah penting dalam dunia pendidikan. Guru memegang kendali dalam membangun insan bermartabat. Karena dengan kehadiran guru siswa bisa belajar di sekolah, di rumah dan di lingkungannya. Guru yang baik akan membelajarkan siswa dengan baik, mulai dari karakternya maupun dalam penerapan ilmunya. Ada beberapa tipe guru dalam kehidupan.
- Guru Formal
Guru jenis ini sangat bergantung pada buku sebagai bahan ajarnya. Di dalam mengajar, guru jenis ini selalu bergantung kepada buku, bahkan kalimat dalam bukupun dirujuk oleh guru jenis ini. Apalagi di dalam ujian, guru jenis ini maunya jawaban siswa sesuai denga yang tertera di dalam buku. Padahal siswa harusnya dilatih untuk menggunakan logika, bukan hafalan semata.
- Guru Peneliti
Guru jenis ini tidak hanya mengandalkan bahan materi dari buku, tetapi juga dari hasil temuan yang dilakukan sendiri. Guru jenis ini sering memaparkan materi berdasarkan fakta yang ditemukannya di lapangan. Karena guru ini menjelaskan materi berdasarkan pengalaman, maka pembelajaran terasa lebih hidup. Selanjutnya siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan. Guru jenis ini terkenal lebih teliti, karena bisa mengetahui tugas-tugas yang dikumpulkan siswa secara copy paste atau plagiat.
- Guru Jaim
Guru jenis ini lebih mementingkan penampilan dari pada materi pelajaran yang diberikan. Guru jenis sering tampil lebih mentereng dari pada guru lainnya. Guru ini ingin tampat sempurna di mata siswa-siswanya. Guru jenis ini biasaya enggan untuk mengakui kesalahannya.
- Guru Simple
Guru jenis ini jarang berada di kelas. Biasanya hanya datang sebentar ke kelas untuk memberikan tugas kepada siswa. Setelah itu, guru jenis ini akan pergi melakukan aktivitas yang lainnya. Guru jenis ini biasanya tidak hanya menjalani satu profesi mengajar saja, namun juga ada profesi lainnya seperti berdagang atau berjualan.
- Guru Killer
Guru jenis ini sangat menakutkan bagi siswa. Guru jenis ini terkenal di kalangan siswa, sehingga saat guru ini masuk kelas dan memberikan pelajaran, biasanya siswa jarang untuk libur atau meninggalkan kelas. Guru jenis ini biasanya mengajar mata pelajaran Eksak atau ilmu murni.
- Guru Sahabat
Guru jenis ini merupakan sosok pengajar yang dekat dan banyak disukai siswa. Biasanya guru ini bisa menjadi teman sekaligus sahabat bagi siswa. Guru jenis ini banyak diminati siswa, bahkan ada siswa yang menganggap guru jenis ini jauh lebih dekat ketimbang dengan orangtua sendiri.
- Guru Humoris
Guru jenis ini juga menjadi Favorit siswa. Di sela-sela memberikan materi pelajaran guru ini menampilkan lawakan yang tidak membuat siswa bosan dalam belajar. Guru jenis ini sangat dibutuhkan siswa terutama dalam pembelajaran siang hari yang membuat siswa terbebas dari rasa kantuk yang menyerang.
Nah, dari tipe guru tersebut kita bisa mengevaluasi diri sendiri. Termasuk tipe yang manakah kita ? namun untuk arikel kali ini penulis ingin mengajak kita fokus kepada guru Hebat Bisa Menulis. Diantara tujuh jenis tipe guru di atas, guru hebat menulis bisa masuk kategori guru Peneliti, Guru Sahabat, Guru Humoris dan Guru Killer.
Guru hebat bisa melakukan pembelajaran yang menyenangkan. Guru hebat menulis bisa menuangkan ide-ide kreatifnya dalam pembelajaran yang biasanya diambil dari pengalaman mengajar dan pengalaman yang terjadi dalam kehidupannya. Guru hebat menulis biasanya akan menuangkan ide-idenya melalui pengalaman nyata yang dialami dalam pembelajaran.
Beberapa ciri-ciri guru hebat menulis:
- Tulisanya mudah dipahami karena disajikan dengan bahasa yang lugas dan sederhana. Guru hebat menulis merupakan orang yang memiliki pengetahuan terhadap hal yang akan ditulisnya. Guru hebat akan memahami setiap materi yang akan ditulisnya. Guru hebat selalu bisa menuangkan ide-idenya dengan baik karena sudah menggali dan mengumpulkan ide-ide dari bacaan yang pernah dibaca.
- Tulisannya berbobot karena berpengetahuan luas. Guru hebat selalu rajin membaca, bacaan yang dibaca semua hal terkait dengan yang akan ditulisnya
- Tulisannya bersahabat dan mengandung nilai-nilai kebaikan. Ada semboyan yang mengatakan bahwa bahasa menunjukkan bangsa. Bahasa yang santun lahir dari bangsa yang bermartabat. Maka tulisan yang baik lahir dari penulis yang hebat dan bermartabat. Setiap tulisan yang dilahirkan mengandung kebaikan untuk orang banyak.
- Tulisannya kaya metode dan media. Tulisan yang kaya metode dengan media yang bervariasi lebih diminati pembaca dari pada tulisan yang biasa-biasa saja. Guru hebat memahami keinginan pembacanya.
Berdasarkan ciri-ciri guru hebat menulis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengalaman, pengetahuan, metode dan tekhnik menulis sangat penting bagi seorang penulis dalam menuangkan ide tulisannya. Hal tersebut bisa diperoleh dengan banyak belajar menulis dan membaca. Dengan banyaknya pengetahuan dari membaca dan menulis, maka kemampuan guru akan lebih terasah. Guru ibarat orang yang lebih tua semalam dari siswa. Artinya pengetahuan yang dimiliki guru harusnya jauh lebih luas dari pada siswa. Dengan pengetahuan luas tersebut guru dapat mengembangkan kemampuannya dalam menerapkan potensi yang dimiliki dalam menulis.
Artinya sebelum guru mengajarkan siswa dalam menulis tentunya guru juga harus bisa menulis. Dalam kata lain, guru langsung mengajarkan praktek menulis kepada siswa berdasarkan pengalamannya. Jadi kalau berbicara tentang hasil tulisan, guru bisa memberikan contoh melalui tulisannya yang telah dibuat, bukan lagi memakai contoh tulisan orang lain. Jadi guru hebat menulis tersebut mampu mengayomi, memberikan contoh dan memberikan bukti tulisannya kepada siswa, sehingga siswa bisa belajar menulis dari guru hebat tersebut. Guru hebat menulis biasanya telah memiliki beberapa karya yang bisa diperlihatkan sekaligus dibanggakan kepada siswa, sehingga siswa mampu menempatkan guru penulis sebagai sosok yang disegani, diminati dan dikagumi. Semoga kita semua menjadi guru seperti yang diinginkan siswa tersebut.
Buku Sumber
Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, 2017. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga, Jakarta: Balai Pustaka.

Tinggalkan Balasan