Abdul Muhaimin Iskandar. [foto : ist]

Gus AMI : Sektor Pertanian Harus Lebih Diperhatikan

Abdul Muhaimin Iskandar. [foto : ist]
Abdul Muhaimin Iskandar. [foto : ist]
Jakarta, Scientia – Pertanian selalu relatif menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi, pangan dan serapan tenaga kerja, yang tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Sektor ini mestinya lebih diperhatikan oleh pemerintah sebagai penyelamat dari berbagai ancaman, termasuk potensi krisis pangan dunia yang akan berdampak bagi Indonesia. Lebih penting lagi dapat mengurangi ketergantungan impor bahan pangan dari luar negeri.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI kepada media. Menurutnya, hingga saat ini, pertanian telah terbukti tidak terkontraksi dan memiliki daya tahan sebagai penyelamat pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun 2020 yang lalu hingga Triwulan I 2021. Juga dibuktikan dengan meningkatnya serapan tenaga kerja sebanyak 2,23 persen selama tahun 2020, dibandingkan tahun sebelumnya.

“Maka sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian lebih kepada sektor pertanian, selain fokus di sektor manufaktur, perdagangan, atau pun jasa,” ujar Gus AMI di Jakarta. Selasa (25/5).

Ketua Umum Partai PKB tersebut juga mengatakan, selama ini beberapa komoditi pangan masih sangat tergantung pada impor. Jika ini terus dibiarkan, sangat berbahaya jika terjadi krisis bagi nasib pangan 260 juta rakyat Indonesia. Untuk itu, semua kekuatan harus disatukan dan saling bahu-membahu kekuatan harus bahu-membahu menumbuh kembangkan pertanian sebagai basis pemulihan krisis ekonomi.

Kemudian, seluruh kepala daerah diminta untuk memiliki komitmen terhadap pengembangan inovasi industri pangan dengan melibatkan para petani lokal sekaligus menjaga lingkungan hidup. Juga harus ada re-orientasi ekonomi baru ke sektor pertanian dan ekonomi alternatif lainnya yang menyejahterakan rakyat dan tidak merusak lingkungan.

“Hal ini tentu harus di masukkan ke dalam kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2022,” tutupnya.(Ajo)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *