Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, Rahmat Tk Sulaiman saat memberikan sambutan pada acara peringatan Harlah ke-88 GP Ansor di Ponpes Bustanul Yaqin Kabupaten Padang Pariaman. Minggu, (24/4) [foto : Ajo]

Hadiri Peringatan Harlah ke-88, Ketua PW GP Ansor Sumbar Sebut Keikhlasan sebagai Kunci Khidmat Tanpa Batas

Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, Rahmat Tk Sulaiman saat memberikan sambutan pada acara peringatan Harlah ke-88 GP Ansor di Ponpes Bustanul Yaqin Kabupaten Padang Pariaman. Minggu, (24/4) [foto : Ajo]
Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, Rahmat Tk Sulaiman saat memberikan sambutan pada acara peringatan Harlah ke-88 GP Ansor di Ponpes Bustanul Yaqin Kabupaten Padang Pariaman. Minggu, (24/4) [foto : Ajo]
Padang Pariaman, Scientia – Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman menilai, makna rumusan tema peringatan Harlah ke-88 GP Ansor “Khidmat tanpa batas” mestinya ditanamkan oleh para kader kedalam dirinya. Karena tema tersebut mengisyaratkan bahwa pengabdian kader Ansor tidak dibatasi oleh usia dan waktu.

“Artinya pengabdian kader Ansor tidak memiliki batasan usia dan waktu. Seberapa pun tua usianya, jika masih memiiki kekuatan, dalam diri kader Ansor tidak boleh ada kata berhenti maupun pensiun untuk mengabdi,” ujar Rahmat saat menghadiri Harlah ke-88 GP Ansor yang diadakan pimpinan cabang Padang Pariaman di Ponpes Bustanul Yaqin, Pungguang Kasiak. Minggu, (24/4)

Rahmat menjelaskan bahwa salah satu kunci berkhidmat tanpa batas itu adalah mengabdi atas dasar keikhlasan karena Allah SWT. Termasuk mendekatkan diri kepada Ulama, sebab ulama merupakan sosok yang selalu dekat kepapa Allah SWT.

“Makanya ketika kita aktif di Ansor tak lain dan tak bukan tujuannya untuk menjadi santrinya Kyai Hasyim Asy’ari. Kita berkhidmat, mengabdi tanpa batas untuk mendekatkan diri kepada ulama yang selalu dekat dengan Allah,” jelasnya.

Rahmat juga mengajak seluruh kader Ansor dan santri pesantren untuk untuk terus  berproses tanpa batas di dalam organisasi. Sebab organisasi merupakan wadah belajar untuk mengembangkan pontensi yang ada, terutama dalam merumuskan program program kerja dan menata organisasi. Apalagi banyak pemimpin yang lahir melalui proses di organisasi.

“Meskipun kita semua adalah pemimpin, jika tidak pernah berproses maka kita tidak akan pernah sukses memimpin,”  sampainya.

“Marilah kita doakan kepada Allah SWT, semoga pada momentum Harlah tahun ini, GP Ansor tetap eksis dalam menjaga ulama, NKRI dan menjaga para santri dengan tradisinya,” tutup Rahmat. (Ajo)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *