Instalasi dan Teater Berbahan Limbah Tampil di Galeri Sumbar

Instalasi dan Teater Berbahan Limbah Tampil di Galeri SumbarPadang, Scientia – 15 instalasi seni rupa berbahan sampah laut berkolaborasi dengan pertunjukan teater di Galeri Taman Budaya, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar. Kolaborasi ini akan dipamerkan pada 10-13 Desember 2020.

Instalasi karya perupa instalasi dan penata panggung, Khairul Mahmud mengusung isu ekologi. Setiap karya instalasi seni rupa, melibatkan satu tim untuk mengonsep cerita.

“Melalui pameran ini, sampah laut bisa jadi karya seni instalasi dan setting latar teater,” kata Khairul, Sabtu (5/12).

Sementara itu, teater “Mencabik Pekik Sunyi” yang disutradarai oleh Mahatma Muhammad menyampaikan pesan kepada masyarakat agar memiliki kepekaan kepada siklus berulang. Mulai dari kehidupan privasi dalam keluarga, hingga siklus peristiwa dan kejadian global yang terjadi hingga saat ini. Seperti isu tentang ekologi lingkungan saat ini.

Mencabik Pekik Sunyi terdiri dari dua naskah, yakni Mencabik dan Pekik Sunyi. Naskah ini dikonstruksi ulang menjadi struktur pertunjukan naskah baru. kegiatan produksi rutin tunggal Nan Tumpah, yakni sebuah komunitas independent. Pada pertunjukan kali ini, Mahatma mengajak seniman lintas komunal untuk berkreasi.

“Melalui kreasi lintas komunal ini, kita hadirkan pertunjukan teather melibatkan 36 kawan-kawan seniman dan budayawan,” terangnya.

Pameran akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Penonton yang hadir dibatasi jumlahnya 100 orang per hari. Ada 100 area penempatan yang diatur dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk pengunjung juga dibatasi tiketnya. Di mana untuk umum hanya disediakan 50 tiket dan sisanya untuk panitia dan pekerja seni. Untuk pameran juga dibatasi jumlah pengunjungnya hanya 30 hingga 35 orang per hari,” tutup Mahatma.(pzv)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *