
Padang, Scientia – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat terus menggalakkan sosialisasi terkait sinergisitas dengan pemerintah daerah dalam penyiapan kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).
Tujuannya, untuk penguatan publikasi atas implementasi sinergitas Pemerintah Pusat, yakni BP3MI Sumbar dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang dengan pemerintah daerah Provinsi Sumbar, dalam penyiapan kompetensi bahasa Asing bagi CPMI yang bakal kerja ke luar negeri.
“Hal ini sesuai amanat UU Nomor 18 Tahun 2017 Pasal 39-41,” kata Kepala BP3MI Sumbar, Bayu Aryadhi dalam Sosialisasi Implementasi Sinergisitas Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Penyiapan Kompetensi CPMI, Sabtu (11/3) di Padang.
Menurutnya, tujuan kegiatan ini sekaligus pembekalan bagi peserta program Kelas Bahasa Jepang untuk mengikuti seleksi program Government to Government (G to G) ke Jepang. Pasalnya, kolaborasi dengan BPVP Padang ini telah berlangsung sejak 2019 lalu.
Dia menjelaskan, Program Kelas Bahasa Jepang ini dalam rangka penyiapan CPMI yang kompeten dan berkualitas, salah satunya dalam penguasaan bahasa Asing. Terlebih bagi yang berminat mengikuti program G to G ke Jepang diharuskan menguasai bahasa Jepang.
“Jadi kita membuka program kelas bahasa Jepang khusus bagi lulusan keperawatan dan non keperawatan yang berminat mengikuti program G to G ke Jepang,” ujarnya di hadapan 50 peserta.
Selain itu dia juga menyebut, program G to G ke Jepang merupakan program penempatan PMI skema penempatan pemerintah untuk jabatan perawat dan perawat lansia, atas kerjasama antara Pemerintah Indonesia (BP2MI) dengan Pemerintah Jepang (JICWELS) yang telah dimulai sejak tahun 2008 silam.
“Program ini telah menamatkan 6 angkatan dengan jumlah lulusan 94 orang, dimana 42 orang di antaranya telah diterima bekerja dan magang di Jepang, yakni 30 orang program G to G, dan 12 orang program non G to G,” terangnya.
Dia berharap melalui kegiatan ini, bisa lebih meningkatkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah Provinsi Sumbar dalam membantu peningkatan kompetensi CPMI. Khususnya bagi pencari kerja asal Sumbar yang ingin mengadu nasib ke Jepang.
Kepala BPVP Padang, Eka Cahyana Adi memberikan dukungan terkait penyiapan kompetensi CPMI khususnya untuk program G to G ke Jepang ini. Salah satunya dengan memberikan pembekalan bagi peserta program melalui Kelas Bahasa Jepang bagi lulusan keperawatan dan non keperawatan.
Selain dalam penguasaan bahasa, pihaknya dari BPVP Padang juga membuka program pelatihan baru sesuai dengan kondisi permintaan industri dunia kerja saat ini. “Kita dari tahun ke tahun memperluas akses pelatihan di wilayah kerja Sumbar dan Jambi,” tuturnya.
Diketahui, sosialisasi ini diikuti 50 peserta yang terdiri dari lulusan program Kelas Pelatihan Bahasa Jepang, lulusan BPVP Padang yang lulus program G to G Jepang, serta perwakilan sejumlah Stikes se-Sumbar yang lulus dan akan mengikuti program G to G ke Jepang.

Tinggalkan Balasan