Jelang Ramadan, Pemprov Sumbar Matangkan Komitmen Turunkan Inflasi

Wagub Sumbar, Audy Joinaldy saat HLM TPID di Kantor Perwakilan BI Sumbar, Rabu (8/3).

Padang, Scientia – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menginstruksikan perlunya sinergi semua pihak dalam merumuskan upaya pengendalian inflasi daerah yang konkret.

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy mengungkapkan hal itu dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumbar.

“Perlu sinergi dalam pengendalian inflasi. Perumusan-perumusan kebijakan di kabupaten/kota juga perlu ditingkatkan lagi,” katanya, Rabu (8/3).

Dia menegaskan, sinergisitas ini sebagai bentuk komitmen bersama dan upaya Pemprov Sumbar dalam pengendalian inflasi menj<span;>elang Ramadan 1444H. Sekaligus bukti pemerintah berpihak pada rakyat.

Dikatakan Audy, realisasi inflasi gabungan Provinsi Sumbar harus menjadi fokus bersama terkhusus menjelang Ramadan. Secara historis, tren inflasi periode Ramadan dan Idul Fitri selalu mengalami peningkatan.

“Karena ini seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat, disumbang oleh komoditas pangan dan komoditas transportasi,” ujarnya.

Kemudian Kepala Badan Pusat Statisktik (BPS) Sumbar, Herum Fajarwati menjelaskan Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan kota di Sumbar Februari 2023, inflasi di angka 0,13% month to month (mtm).

“Angka itu menurun dibandingkan realisasi Januari 2023 yang inflasi sebesar 0,44% (mtm),” sebut Herum.

Lanjutnya, secara spasial, Kota Padang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,13% (mtm), atau menurun jika dibandingkan inflasi periode sebelumnya sebesar 0,45% (mtm).

Kemudian, di Kota Bukittinggi tercatat mengalami inflasi sebesar 0,10 % (mtm), yakni lebih rendah bila dibandingkan inflasi periode sebelumnya sebesar 0,39% (mtm).

Sementara Kepala Kantor Perwakilan BI Sumbar, Endang Kurnia Saputra, menargetkan tahun ini angka inflasi di Sumbar tidak lebih dari 4% years of years (yoy), jauh lebih rendah dari tahun 2022 mencapai 6,87% (yoy).

Target itu dipasang berdasarkan upaya yang telah dilakukan pihak Pemprov Sumbar selama ini, baik operasi pasar, kerjasama antar daerah, serta pengadaan cabai dan bawang merah yang menjadi terbaik atau terbanyak di Sumatera.

“Terimakasih kepada Pemprov Sumbar, dan pemerintah kabupaten/kota, atas upaya pengendalian inflasi tahun sebelumnya,” tuturnya. (ADPSB)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *