
Padang, Scientia – Sebanyak 50 orang Kelayan Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) diberi keterampilan mandiri.
Kepala Seksi Pelayanan Keterampilan dan Kecakapan PSBN Tuah Sakato, Erma Esa mengatakan program ini diajarkan ke Kelayan agar lebih mandiri. Dengan harapan tak lagi bergantung pada orang lain.
“Kita berharap, setelah dari sini, mereka bisa membuka klinik pijat, bikin galeri, atau UMKM,” kata Erma, Jumat (31/3).
Dia menyebut, semua Kelayan pelatihan di PSBN Tuah Sakato Padang ini selama tiga tahun. Mereka dilatih tentang Shiatsu, yakni teknik pijat, dan beragam keterampilan.
“Mereka dibekali kerajinan tangan, membuat telur asin, hingga produk serbuk jahe merah,” jelasnya.
Kepala Seksi Pelayanan Perawatan, Pengawas, dan Pemeliharaan (P4) PSBN Tuah Sakato Padang, Sri Hatmi Hutapea menambahkan Kelayan tidak dipungut biaya apapun.
Dia menyebut, Kelayan ini didanai pemerintah dengan anggaran Rp3,6 miliar tahun 2023. Dari anggaran tersebut, sudah termasuk biaya sandang, pangan, hingga uang saku.
“Untuk makan Rp35 ribu dan uang saku Rp4000 per orang setiap hari,” jelas Sri.
Dia juga menjelaskan, Kelayan ini memang mayoritas berasal dari daerah kabupaten dan kota se-Sumbar. Namun ada juga dari Pekanbaru, Jambi, dan Medan.

Tinggalkan Balasan