
Sawahlunto,scientia– Berkunjung ke Sawahlunto, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia, Hilmar Farid menyebut, potensi wisata budaya dan sejarah Sawahlunto sangat besar.
Apalagi ditambah dengan predikat dari UNESCO sebagai World Heritage atau Kota Warisan Dunia.
“Tentu menjadi PR kita bersama dalam memanfaatkan potensi yang ada. Termasuk membentuk Badan Pengelola Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS),” kata Hilmar di Sawahlunto, Selasa (17/1/23).
Hilmar Farid juga menyampaikan, dalam jangka pendek ini, akan dibuat Rencana Induk Pembangunan dan Pemanfaatan WTBOS.
Selain itu juga sampainya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan lembaga untuk melindungi cagar budaya sangat penting dilakukan.
“Badan pengelola WTBOS juga harus didukung sepenuhnya oleh 7 kota dan kabupaten yang terlibat secara langsung dengan warisan dunia ini,” ujarnya.
Kapasitas SDM dan Lembaga untuk melindungi Cagar Budaya sangat penting dilakukan,rencana induk pengelolaan, apa yang harus dilakukan, sebab ini menyangkut visi, sehingga lebih muda apa yang akan dilakukan.
Sementara Sekdako Sawahlunto Ambun Kadri saat mendampingi Dirjend Hilmar Farid mengungkapkan, bahwa pemko berharap dan membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek dalam mengurus WTBOS ini.
Sebab kata Ambun pengelolaan bukan kewenangan dari pemerintah daerah saja.
“WTBOS ini harus digarap bersama, ada kewenangan pusat dan ada kewenangan daerah. Terlebih anggaran didaerah yang sangat terbatas, maka kehadiran pemerintah pusat tentu sangat penting dalam perkembangan program pengelolaan WTBOS,” kata Ambun.
Selama di Sawahlunto, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengunjungi destinasi wisata heritage WTBOS, yakni Gedung Info Box, Lubang Tambang Mbah Soero, Museum Goedang Ransoem dan Museum Kereta Api.(riyu)

Tinggalkan Balasan