![Ketua Forum Wartawan Parlemen Sumatera Barat (FWP-SB), Novrianto. [foto : Ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220802-WA0002.jpg)
“Kami berharap kepada aparat kepolisian untuk segera mengamankan pelaku tawuran yang berhasil melarikan diri. Terutama pelaku yang mengancam salah seorang ibu-ibu dari warga sekitar dengan celurit,” ujar Novrianto.
Selain pelaku, kata Novrianto, pihak kepolisisan juga harus mengamankan orang-orang yang membagikan video tawuran di media-media sosial. Sebab, hal itu dinilai dapat memicu terjadinya keributan berikutnya. Apalagi, saat ini suasana sudah dalam keadaan tenang.
“Kami mendukung kepolisian untuk melakukan tindakan tegas pada pelaku tawuran, sekaligus provokator yang memancing terjadinya tawuran. Sehingga keributan membuat suasana menjadi tidak kondusif, Padang kota beradat bukan kita Biadab,” tegas Novrianto Ucok.
Sementara itu, akibat kejadian tersebut, aktivitas sekolah di SMA dan SMK di Kota Padang menjadi mecekam. Sehingga siswa dan guru menjadi cemas untuk datang kesekolah, dikarenakan takut terkena imbas tawuran. Di sisi lain, para orang tua juga melarang anaknya untuk pergi bersekolah.
“Untuk itu, diperlukan pengamanan optimal dan tindakan tegas dari instansi Polri, agar kondusifitas pendidikan kembali seperti semula,” tutupnya.(pzv)
![Ketua Forum Wartawan Parlemen Sumatera Barat (FWP-SB), Novrianto. [foto : Ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220802-WA0002.jpg)
Tinggalkan Balasan