
Padang Pariaman, Scientia – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Andalas (LPPM Unand) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman melalui Bidang Kebudayaan, serta melibatkan ahli dari Universitas Malaya (Malaysia), Universitas Tanjungpura (Pontianak), dan Lembaga Surau Intellectual for Corservartion (SURI) menyelamatkan naskah kuno peninggalan Syekh Burhanuddin koleksi Surau Pondok Ketek, Ulakan Tapakis, Padang Pariaman.
Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 21-27 Juni 2023 di dua tempat, Surau Pondok Ketek dan Minangkabau Corner Perpustakaan Unand. Upaya penyelamatan ini digagas oleh Pramono, filolog Unand yang memiliki kepedulian terhadap khazanah naskah kuno Minangkabau.
Peyelamatan koleksi naskah kuno itu dilakukan dengan dua cara, penyelamatan isi (teks) dan fisik. Peyelamatan kandungan isi dilakukan dengan pendigitalan dan pembuatan metadata, sedangkan penyelamatan fisik dilakukan dengan restorasi (tindakan perbaikan fisik naskah kuno).
Surau Pondok Ketek menyimpan 53 (lima puluh tiga) koleksi naskah kuno terdiri dari teks fikih, tasawuf, gramatikal Arab, tauhid, azimat, mantra, dan sejarah. Salah satu koleksi Surau Pondok Ketek ini adalah karya Syekh Burhanuddin, ulama termasyhur di Minangkabau berjudul Tadzkir al-Ghabi.
Ditemui saat penyerahan koleksi naskah yang telah diselamatkan kepada pewaris, Pramono mengungkapkan bahwa penyelamatan naskah kuno koleksi Surau Pondok Ketek sangat perlu dilakukan.
“Dengan pertimbangan kondisi fisik naskah kuno di Surau Pondok Ketek yang sudah berabad-abad, tentu berpotensi mengalami kerusakan bahkan hancur (tidak dapat diselamatkan lagi). Hal ini sungguh disayangkan jika tidak segera dilakukan upaya penyelamatan, baik isi (teks) maupun fisik” ungkap Pramono.
Selain itu, Pramono juga menyampaikan bahwa restorasi naskah kuno yang dilakukan harus melibatkan berbagai pihak. Hal itu dikarenakan keterbatasan ahli dan peralatan yang dimiliki oleh LPPM Unand. Oleh sebab itu, perlu berkolaborasi dengan ahli dari perguruan tinggi luar dan dalam negeri, serta melibatkan pemertintah daerah.
Dari kegiatan ini jumlah koleksi naskah kuno Surau Pondok Ketek yang dapat diselamatkan 48 (empat puluh delapan) bundel, 5 (lima) lainnya sudah rusak parah. Hal itu disebabkan terjadinya korosi tinta yang mengakibatkan teks tidak dapat dibaca dan kertas hancur (berlubang).
Kegiatan penyelamatan ini sangat diapresiasi oleh pewaris naskah yaitu Heri Firmansyah Tuanku Khalifah. Dimulai dari awal kedatangan tim hingga proses pendigitalan dan restorasi, pewaris naskah turut hadir dan mendukung segala bentuk upaya penyelamatan tersebut.

Tinggalkan Balasan