Calon Ketua KOPRI PB PMII, Mamay Muthmainnah

Mengenal Sosok Mamay Muthmainnah, Calon Ketua Kopri PMII

Padang, Scientia.id – Penyelenggaraan Kongres Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) telah masuk pada tahapan debat kandidat calon Ketua Umum dan Ketua Kopri. Terdapat sebanyak 30 orang calon kandidat yang akan berkompetisi memperebutkan suara dari seluruh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) dan Pengurus Cabang (PC) se-Indonesia sebagai pemilik suara sah.

Perebutan suara tersebut tentu saja dimulai dari penyampaian visi dan misi yang ditawarkan oleh masing-masing kandidat untuk menarik perhatian PKC dan PC. Seperti halnya salah seorang calon Ketua KOPRI, Mamay Muthmainnah yang mendedikasikan dirinya mewakili perempuan di kancah Nasional.

Keinginan dirinya untuk maju bukanlah hanya sekedar mengapungkan nama saja, melainkan untuk memberikan pembuktian secara nyata dan tekad dalam upaya pengembangan sumber daya perempuan. Kader Kopri Jawa Barat yang aktif memperjuangkan isu-isu perempuan tersebut, memiliki tujuan mulia yaitu “Bergerak Bersama untuk Perempuan dan Peradaban Dunia”.

Mamay yang juga merupakan Wakil Bendum PB Kopri Periode 2021-2024 itu menilai, selama perjalanan peradaban, kehadiran perempuan selalu terpinggirkan. Banyak perempuan-perempuan menjadi korban kekerasan dan pelecehan serta disepelekan.

Oleh karea itu, menurutnya, salah satu langkah yang harus diambil untuk memperkuat perjuangan hak-hak perempuan yaitu melalui kompetisi Kongres pemilihan Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi Putri (Kopri). Hal ini dikarenakan bahwa mahasiswa merupakan garda terdepan untuk menentukan arah keberlanjutan peradaban, terutama dalam memperjuangkan hak perempuan.

“Sepanjang sejarah, gerakan-gerakan mahasiswa telah banyak memberikan kontribusi dalam perkembangan negara. Terutama dalam mencegal upaya-upaya penindasan yang dilakukan sekelompok orang yang memiliki kepentingan,” ujar Mamay.

Di samping itu, di tubuh PMII itu sendiri, Mamay melihat, saat ini nilai – nilai ideologisasi pengkaderan telah jauh dari khittah perjuangan Aswaja Annahdliyah yang seharusnya mengakar di dalam diri para kader. Hal ini mesti segera di atasi, agar kader-kader perempuan PMII tidak semakin jauh keluar dari citra dirinya sebagai kunci peradaban.

“Perempuan itu ya mesti kuat, hebat dan tidak tergantung pad siapapun. Perempuan harus membuktikan bahwa dirinya tidak bisa dipandang sebelah mata. Caranya, ya dengan meperkuat pemahaman dan ideologi,” kata Mamay.

Tidak hanya berhenti di situ, Kader PMII Jawa Barat itu sangat berkeinginan menjadikan Kopri sebagai Badan Otonom yang dapat bergerak secara mandiri. Karena, kemandirian akan mempermudah dan memperlancar gerakan-gerakan perjuangan permpuan di Indonesia.

“Ini target saya di tahun pertama. Otonomisasi Kopri adalah kunci terwujudnya kemandirian di tubuh Kopri. Dengan itu, Kopri bisa menetukan arah gerakan-gerakan kader perempuan, tanpa harus melalui pertimbangan Ketua Umum,” sampainya.

Dengan demikian, jika diamanahkan sebagai Ketua Kopri, Mamay akan membawa visi perjuangan kolektif kolegial yan adil, setara, inklusif dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Yang paling penting dirinya akan memperkuat kapasitas kepemimpinan kader KOPRI proses kaderisasi pada semua jenjang pengkaderan secara masif.

Selanjutnya menyiapkan kader KOPRI memiliki wawasan & pengetahuan dalam menghadapi persaingan di era digital dengan pendidikan life skill dan Soft kills. Membangun jaringan gerakan perempuan dan advokasi kebijakan publik untuk kemaslahatan bersama.

“Mari bergerak bersama, untuk perempuan dan peradaban dunia. Hidup Perempuan Indonesia. Salam Pergerakan,” tegasnya. (yrp)

Baca Juga: Sudah Dilaksanakan Bertahun-tahun, KI Sumbar Ingatkan PPDB Online Wajib Transparan

Berikut visi dasn misi Mamay Muthmainnah :
Visi :
Bergerak Bersama untuk Perempuan dan Peradaban Dunia
Misi :
1. Membumikan nilai nilai Aswaja An-nahdliyah sebagai basis teologi Kopri dalam berfikir dan bergerak.
2. Memperkuat kapasitas kepemimpinan kader KOPRI melalui masifikasi kaderisasi pada semua jenjang pengkaderan.
3. Menyiapkan kader KOPRI memiliki wawasan & pengetahuan dalam menghadapi persaingan di era digital dengan pendidikan life skill dan Soft kills.
4. Membangun jaringan gerakan perempuan dan advokasi kebijakan publik untuk kemaslahatan bersama.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *