Konsolidasi PB Lemkari ke Pengurus Provinsi dan Cabang

Konsolidasi PB Lemkari ke Pengurus Provinsi dan Cabang
Ketua Umum Pengurus Besar Lemkari, Leonardy Harmainy.

Padang, Scientia – Pengurus Besar Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari) akan melaksanakan konsolidasi organisasi. Dalam konsolidasi ini, PB Lemkari akan mendefinitifkan pengurus provinsi dan cabang melalui musyawarah provinsi (musprov) dan musyawarah cabang (muscab).

Dalam rapat pengurus harian ke-2 PB Lemkari secara virtual Kamis lalu, Ketua Umum PB, Leonardy Harmainy mengajak menyamakan persepsi. Pihaknya akan konsolidasi organisasi.

“Kita akan surati seluruh Pengprov terkait hal ini. Mereka diharapkan melaksanakan musprov, seperti Sulawesi Utara yang telah melaksanakannya pada Minggu 22 November 2020,” kata Leonardy, Sabtu (28/11).

Menurut Leonardy, konsolidasi ini sangat penting. Pada rapat pengurus harian, disepakati pula penyeragaman struktur organisasi dan masa bakti Pengprov Lemkari sama dengan masa bakti PB. (Pasal 12 ayat 1 dan 3 Anggaran Dasar LEMKARI).

Ada toleransi waktu kepengurusan Pengprov menjalankan organisasi 2 bulan pasca kongres untuk mempersiapkan dan melaksanakan Musprov sekaligus membentuk Pengprov Lemkari.

“Kita surati dan minta Desember ini pengprov menyelesaikan Musprov. Jika belum bisa dilaksanakan pada Desember, maka masih diberikan waktu pada Januari 2021 atau selambat-lambatnya Februari 2021 dengan masa bakti tetap 2020-2024,” ujar Leonardy.

Adapun persoalan panitia seleksi dewan guru yang berkembang dalam rapat pengurus harian, diminta Leonardy untuk membedakan panitia dan penguji pada seleksi Dewan Guru. Panitia itu hanya bertugas untuk menetapkan waktu seleksi, melakukan perekrutan calon dewan guru, mengundang penguji. Panitia seleksi ini dilihat dari sisi organisasi.

“PO pun bila dipandang ada yang perlu ditambahkan, ya kita tambahkan. Asalkan penambahan dilakukan dalam rangka perbaikan Lemkari ke depannya,” ujar Leonardy.

Ia juga mencontohkan hal yang sebenarnya mendasar. Ucapan osu sama namun saat menuliskannya masing-masing orang berbeda-beda.

Ada yang menuliskan osu, ossu, osh, oss. Setelah Leonardy membicarakan hal ini dengan Andi Retman, dan disikapi Andi dengan kegiatan ‘Ngobrol Santai Tapi Berisi’, maka disimpulkan penulisan yang tepat adalah OSU. Dengan adanya diskusi yang bisa dikatakan seminar itu dapat diselesaikan satu permasalahan.


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *