Laboratorium Unand Terkendala Anggaran, Akademisi, Jurnalis hingga Wali Kota Himpun Donasi

Padang, Scientia – Para inisiator dan anggota GWA Kawal Covid-19 Sumbar spontan membuka donasi untuk membantu Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, Selasa (3/8/2021).

Solidaritas tersebut datang setelah mengetahui ternyata laboratorium yang selama ini melakukan pengujian spesimen swab dipimpin Dr Andani Eka Putra itu, tidak mendapatkan sumber daya dari Pemprov Sumbar.

Para inisiator dan anggota GWA yang sejak awal pandemi mengawal penanganan Covid-19 Sumbar itu, terdiri dari para akademisi, politisi, profesional, tokoh masyarakat penyintas Covid-19, kepala daerah dan jurnalis.

“Seingat saya waktu talk show di Padang TV, jawaban dari pemprov, mereka tidak bisa menganggarkan karena terbentur aturan dari Kemenkes. Saya mau jawab bahwa Buruh Unand itu tidak berada di bawah Kemenkes. Tapi sudahlah jika memang tidak ada niat, mari kita badoncek (kumpulkan donasi, red) saja,” ujar Yul Akhyar Sastra, salah seorang inisiator GWA Kawal Covid-19 Sumbar.

Yul juga akan berkoordinasi dengan beberapa mahasiswa untuk turun ke jalan mengumpulkan donasi yang akan diberikan ke laboratorium itu. “Kumpulkan koin bantuan untuk Laboratorium Unand,” imbuhnya.

Salah seorang member GWA Kawal Covid-19, Zikri Alhadi menyebutkan sebenarnya Laboratorium Unand di bawah Kemendikbud Ristek. mekanisme pembiayaan, sebenarnya bisa saja dari pemda atau pihak lain yang mengacu pada regulasi yang ada.

Akademisi Unand Andri Rusta mengatakan, dalam kondisi darurat saat ini tidak ada gunanya diskusi lagi untuk membantu laboratorium itu.

“Langsung saja penggalangan donasi lagi. Kasihan nakes dan dokter-dokter kita,” imbuhnya.

Sementara itu Bhenz Marajo dari kalangan jurnalis tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya pemeriksaan swab di Laboratorium Diagnostik Unand jika tidak ada anggaran lagi.

“Bayangkan, bagaimana Laboratorium Unand berhenti melakukan swab. Apa yang terjadi dengan Sumbar,” ujar Bhenz.

Salah seorang dokter Farhan mengatakan sudah lima bulan dirinya berteriak soal ini ke pemprov, ternyata tidak ada yang menanggapi. “Responsnya hanya normatif dan basa-basi,” sesalnya.

Sebelumnya, anggaran juga sudah ada oleh Dr Andani Eka Putra ketika akan memeriksa spesimen untuk mengetahui apakah virus korona varian delta sudah masuk ke Sumbar atau belum. Namun, itu belum bisa dilakukan karena terbentur anggaran. “Buruh kita bisa melakukan itu. Kalau anggaran sudah ada, kita lakukan pemeriksaan,” katanya.

Dalam waktu sekitar satu jam, donasi yang terkumpul sudah menembus angka lebih dari Rp10 juta. Di antara donatur, tercatat nama Wali Kota Pariaman Genius Umar, Akademisi Sari Lenggogeni, Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus bersama jurnalis senior yang tergabung di Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Adrian Toaik Tuswandi dan Bhenz Marajo, Profesional Sempurna Bahri serta Adel Wahidi dari Ombudsman Sumbar.

Andri mengatakan, donasi dikirimkan ke Nomor Rekening Bank Mandiri 1110008888667 atas nama.Sari Lenggogeni. Bukti transfer dikirimkan ke Andri dengan nomor WA: 081266682627.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi mengatakan, pihaknya tengah memproses pengajuan anggaran untuk Laboratorium Unand tersebut. (rel)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *