Ladu Super Nelviarni, Diproduksi Ratusan Kilo dengan Omzet Jutaan Setiap Hari

Laporan : Hutami Febrianti

(Wartawati Scientia.id)

 

Ladu atau keripik arai pinang dikenal dengan rasa yang enak serta tekstur rapuhnya yang membuat mulut sukar berhenti saat menikmatinya. Sensasi itu pula yang dirasakan saat kita menikmati Ladu Super produksi Nelviarni, pengusaha UMKM asal Desa Sungai Pasak, Kota Pariaman.

Rumah produksi Ladu Super di Kota Pariaman. (Hutami)

Berbincang dengan scientia.id di rumah produksinya, perempuan 34 tahun itu mengaku bahwa usaha ladu milik keluarganya sudah berjalan turun menurun sejak 30 tahun lalu. Hingga kini, usahanya bisa menghasilkan hingga 150 kg ladu per minggu, dengan omzet Rp1-2 juta setiap hari.

 

“Usaha ini sudah dimulai keluarga saya sejak tahun 1994. Persis sudah 30 tahun pada tahun ini. Merek dagang Ladu Super sendiri adalah pemberian pelanggan kami, yang mengaku ladu produkai kami memang super enak,” kata Nelviarni, Minggu (14/07/2024) lalu.

Proses produksi Ladu Super. (Hutami)

Nelviarni menjelaskan, ladu sendiri adalah camilan khas dengan nama lain Arai Pinang, yang dihasilkan dari olahan tepung, garam, sadah, dan telur. Ladu Super produknya sendiri terdiri dari dua varian rasa, yaitu varian original dan varian sala yang punya rasa khas seperti Sala Lauak.

 

“Alhamdulillah, saya bisa memproduksi 150 kilogram ladu setiap minggu pada hari biasa. Jumlah produksi biasanya melonjak pada Bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran, yang bisa mencapai 60 kilogram setiap harinya,” ujarnya lagi.

 

Tidak hanya bisa menopang perekonomian keluarganya, Nelviarni mengaku usaha ladunya kini sudah mempekerjakan enam orang karyawan dari sekitar rumah produksi tersebut. Kebutuhan karyawan tersebut selalu disesuaikan dengan terus meningkatnya permintaan dari pelanggan.

 

“Selain ladu arai pinang ini, kami juga memproduksi cmilan lain yang tak kalah lezat, seperti keripik pisang, camilan jagung, hingga kue sapik. Untuk ladu sendiri, harganya Rp10 ribu per bungkung atau Rp50 ribu per kilogram. Setiap hari Alhamdulillah omzet kami berkisar Rp1-2 juta,” ujarnya menutup. (*)


Posted

in

,

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *