
“Saya berharap, hal ini bisa disampaikan oleh Ibu Rezka kepada Kementerian Kesehatan RI. Karena di masa pandemi ini, kita sangat membutuhkan kesiapan infrastruktur dan SDM di rumah sakit,” ujar Genius bersama Rezka saat melihat kondisi rumah sakit yan terbengkalai.
Genius menyebutkan, terbengkalainya pembangunan rumah sakit tersebut, disebabkan oleh terbatasnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pariaman. Jika pembangunan ini dilanjutkan, maka secara tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat daerah lain untuk berobat.
“Jika pembangunnya selesai, maka ini bisa dijadikan sebagai RS rujukan untuk penanganan Covid-19 di wilayah Dapil II Sumbar bagian utara. Tidak hanya Kota Pariaman, tapi juga Kabupaten Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Agam, Bukittinggi, Pasaman dan Pasaman Barat bisa berobat kesini,” sebutnya.
Sementara itu, Rezka Oktoberia kaget melihat bangunan RS Sadikin Pariaman yang terbengkalai itu. Ia akan menyampaikan hal ini kepada pihak Kementerian Kesehatan RI. Tidak hanya itu, dirinya juga akan memperjuangkan setiap aspirasi dari Dapilnya.
“Nanti saya akan meminta kepada Kemenkes RI agar RS Sadikin Pariaman ini diperhatikan. Dan apapun yang menjadi aspirasi dari masyarakat Kota Pariaman akan saya perjuangkan di tingkat nasional,” katanya.(Ajo)

Tinggalkan Balasan