
Padang, Scientia – Dua ilmuwan perempuan Indonesia harumkan nama Indonesia di kancah dunia. Profesor Adi Utarini masuk daftar 10 orang pengembang ilmu pengetahuan di dunia tahun 2020 berdasarkan jurnal ilmiah yang berbasis di Inggris, Nature. Sementara, Tri Mumpuni masuk dalam 22 ilmuwan muslim yang berpengaruh menurut Royal Islamic Strategic Studies Centre.
Prof. Adi Utarini merupakan ilmuwan perempuan yang memimpin uji coba perintis teknologi pemberantas demam berdarah di Indonesia. Hasil penelitian Adi Utarini berhasil mengurangi kasus demm berdarah hingga 77% di beberapa kota besar di Indonesia. Keberhasilannya itu yang membuat namanya masuk ke jurnal internasional tersebut.
Sedangkan Tri Mumpuni masuk 22 ilmuwan muslim yang berpengaruh melalui pengembangan pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Tri yang sekaligus Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) ikut mengembangkan kemandirian masyarakat di kawasan terpencil melalui PLTMH di wilayah belum terjangkau atau sulit dijangkau PLN. Wirausahawan sosial ini, melalui hasil kerjanya membangun PLTMH juga pernah meraih Nobel Ashden Awards 2012.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyebut dua wanita tersebut telah mengharumkan nama negara. Prestasi Adi Utarini dan Tri Mumpuni telah mengharumkan nama Indonesia. Wajar saja keduanya dibanggakan oleh Presiden. DPD pun mengapresiasi prestasi Ibu Adi Utarini dan Ibu Tri Mumpuni telah diakui dunia.
“Saya mengucapkan selamat atas prestasi Prof Adi Utarini yang berhasil masuk daftar ‘Nature’s 10: Ten People Who Helped Shape Science in 2020’ dari jurnal ilmu pengetahuan Nature,” ucap LaNyalla, di Surabaya, Senin (21/12).
“Ibu Tri Mumpuni yang dijuluki sebagai ‘wanita listrik’ berhasil membuat 61 desa terpencil yang awalnya gelap gulita menajdi terang benderang. Tentunya apa yang dilakukan Ibu Tri Mumpuni melalui IBEKA sangat membantu tugas pemerintah daerah,” terang LaNyalla.
LaNyalla berharap agar prestasi Prof. Adi Utarini dan Tri Mumpuni diikuti oleh generasi-generasi selanjutnya. Menurutnya, sumbangsih dua perempuan hebat Indonesia tersebut harus menjadi teladan dan inspirasi bagi generasi milenial Indonesia, seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi.(pzv/rls)

Tinggalkan Balasan