Febri Sugana saat menerima Plakat Kalpataru (Foto: ist)

Larang Warga Meracuni Sungai dan Kolam, Febri Sugana Terima Plakat Kalpataru

Agam, Scientia.id – Febri Sugana, warga Kabupaten Agam menerima Plakat Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas dedikasinya dalam menjaga lingkungan hidup. Febri Sugana masuk menjadi nominasi tropi Kalpataru 2024 untuk kategori Pembina Lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam, Afniwirman mengatakan Febri Sugana diusulkan pada tingkat provinsi pada 2023 lalu dan ditingkat nasional menerima plakat Kalpataru.

“Setelah diusulkan pada 2023 lalu, Febri lolos di tingkat provinsi. Di tingkat nasional hanya masuk nominasi dengan menerima plakat Kalpataru. Kita patut berbangga,” ujarnya, Kamis (6/6/2024).

Diceritakan, kepedulian Febri pada lingkungan berawal pada 2000-an lalu. Saat itu, ia termasuk pemuda yang sangat idealis. Ia menjadi salah satu penggiat lingkungan yang menelurkan Peraturan Nagari terkait larangan meracun sungai dan kolam.

“Pada 2013, kolamnya terkena racun orang tak bertanggungjawab. Sehingga ia membawanya ke jalur hukum. Sehingga menimbulkan efek jera bagi warga yang saat itu suka mencari ikan dengan menyentrum dan meracun,” terangnya.

Kejadian itu pula lanjutnya, memunculkan ide Febri untuk membuat sebuah kelompok budidaya ikan di Siguhung yang saat ini berjumlah puluhan kolam.

Selain membudidayakan ikan, Febri dan kawan- kawan juga melakukan aksi kepedulian terhadap sungai dengan melakukan pembersihan sungai dari sampah plastik secara berkala.

Kemudian, Febri juga merupakan salah satu penyuluh swadaya yang mendapat Surat Keputusan dari Kementerian Perikanan.

“Alasan itu pula yang membuat kami mengusulkan Febri sebagai salah satu warga yang berhak menerima penghargaan Kalpataru,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Agam Andri Warman yang turut mendampingi Febri saat menerima plakat, menyampaikan motivasi agar aksi tersebut terus dilakukan.

Bupati mengajak Febri untuk menularkan kecintaannya terhadap lingkungan kepada masyarakat dan komunitas-komunitas lainnya.

Baca Juga: Dampak Banjir Lahar Dingin, Embung dan Aliran Sungai di Agam Harus Dinormalisasi

“Meski belum menerima trofi, tapi kita patut bersyukur. Semoga Febri bisa menularkan aksinya ini dan memotivasi masyarakat agar menjaga lingkungan di sekitar,” ujarnya. (*)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *