Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin Imam Al-Ghazali Kayu Tanam, Luki Permensyah. [foto : sci]

Luki Permensyah : Meningkatkan Prestasi Adalah Bentuk Syukur Atas Kemerdekaan RI

Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin Imam Al-Ghazali Kayu Tanam, Luki Permensyah. [foto : sci]
Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin Imam Al-Ghazali Kayu Tanam, Luki Permensyah. [foto : sci]
Padang Pariaman, Scientia – Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Imam Al-Ghazali, Luki Permensyah mengajak santri-santrinya meningkatkan prestasi belajar sebagai bentuk rasa syukur kepada para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan RI.  Menurutnya, buah perjuangan pahlawan itu telah memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dalam menuntut ilmu, terutama bagi santri.

“Kita patut berbahagia dan bersyukur. Sebab, saat ini santri dapat menikmati kemerdekaan yang sebenarnya. Santri dapat belajar dengan aman dan nyaman tanpa ada hambatan,” ujar Luki.

Luki menceritakan kisah perjuangan Buya Syekh H. Ali Imran Hasan yang selalu berpindah tempat (nomaden) saat menuntut ilmu. Kondisi ini bukan disebabkan atas ketidaknyamanan, melainkan atas ketidakamanan tempat menuntut ilmu yang selalu diganggu para penjajah.

“Nomaden menuntut ilmu pada masa itu sudah dianggap lumrah. Sebab keadaan yang pada saat itu yang mengharuskan,” sebut Luki.

Luki menjelaskan bahwa pada saat penjajahan di Indonesia, kebebasan dalam menuntut ilmu sangat dikekang. Karena jika dibebaskan, akan menjadi ancaman bagi para penjajah.

“Sekarang kita sudah merdeka, apa yang dapat kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan selaku santri. Salah satunya belajar dengan rajin, berprestasi dan berakhlak mulia. Sebab, meningkahkan prestasi adalah bentuk syukur atas kemerdekaan RI,” jelasnya. (mwp)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *