Mahasiswa IPB Bogor Tuntaskan Penelitian di Pasbar, Ini Harapan Wakil Bupati

Pasbar, Scientia— Mahasiswa IPB Bogor mengakhiri melaksanakan penelitian tentang keanekaragaman flora fauna selama sebelas hari di Danau Laut Tinggal Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Senin (16/1/2023).

Penilitian itu di ikuti sebanyak 31 orang mahasiswa yang tergabung dalam Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam Institut Pertanian Bogor (Lawalata IPB).

Wakil Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Risnawanto melepas kembali mahasiswa IPB Bogor itu ke kampusnya setelah usai melakukan penelitian.

Pelepasan itu ditandai dengan ramah tamah dan bincang-bincang di rumah dinas wakil bupati setempat.

Wabup Risnawanto saat melepas Lawalata IPB yang tergabung dalam tim Ekspedisi Nirwana Dalingga itu mengungkapkan rasa bangganya, melihat generasi muda terjun ke lapangan menerapkan ilmu dan pemikiran yang diperoleh dari kampus.

Ia berharap, penelitian itu nantinya memberikan rekomendasi terbaik untuk Pemda Pasbar.

“Kami atas nama pemerintah daerah sangat bangga, adik-adik mahasiswa terjun langsung ke lapangan terkhusus di Danau Laut Tinggal Kenagarian Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh Pasbar”, katanya.

Ia menyebutkan sebagai generasi muda, mahasiswa harus mengimplementasikan ilmu dan pemikiran yang didapat di kampus IPB.

“Sebagai mana kita tahu, Danau Laut Tinggal memiliki potensi luar biasa. Selepas dari sana, kita menginginkan adanya rekomendasi yang diberikan kepada Pemda yang nantinya dapat kita jadikan sebagai acuan,” ucapnya.

Ekspedisi ini lanjutnya, merupakan kegiatan positif yang didukung penuh oleh pemerintah daerah bagi kelancaran pembangunan Pasbar kedepan.

Untuk itu Wabup Risnawanto mengucapkan terima kasih, dan berpesan kepada para mahasiswa itu untuk fokus dalam menuntut ilmu, meraih prestasi dan menjaga nama baik almamater.

Masih Lestari dan Terjaga

Sementara itu, Ketua Tim Lawalata IPB Muchtar Abdul Majid mengucapkan terima kasih atas fasilitas dan sambutan luar biasa dari pemerintah daerah dan masyarakat Pasbar terkhusus masyarakat Sitabu, Kenagarian Rabi Jonggor.

Penelitian yang dilakukan nantinya dapat bermanfaat sebagai pengembangan ilmu pengetahuan, pembaruan data keanekaragaman hayati dan sebagai acuan seluruh pihak terlibat dalam aktivitas wisata sebagai penyeimbang ekonomi dan ekologi.

Selama pengambilan data, ia bersama tim mengaku kaget dengan keanekaragaman flora dan fauna yang masih lestari dan terjaga.

Tim Ekspedisi Nirwana Dalingga itu juga sangat mengapresiasi sambutan hangat dan adat istiadat masyarakat setempat.

Berdasarkan penilaian ADO-ODTWA dan index kesesuaian wisata, Danau Laut Tinggal sangat cocok untuk ekowisata.

“Pengambilan data selama disana cukup membuat kaget, keangeragamannya lestari dan terjaga. Sambutan hangat masyarakat Sitabu sangat kami rasakan. Kita mendapatkan skor 85,87, nilai yang cukup tinggi yang menandakan Danau Laut Tinggal berpotensi ekowisata. Hal tersebut didukung dengan ditemukannya berbagai keanekaragaman hayati berupa 55 jenis flora, 13 jenis mamalia, dan 25 jenis avifauna yang diantaranya merupakan satwa terancam punah seperti Rangkong, Elang Ularbido, Owa dan lain-lain,” jelasnya (idn)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *