
LIMAPULUHKOTA, SCIENTIA – Ada tradisi unik dan menarik di Jorong Padang Panjang, Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Dalah satunya adalah tradisi “Makan Basamo” atau makan bersama yang dilakukan oleh masyarakat.
Makan Basamo dilaksanakan 3 kali dalam setahun, yaitu satu hari sebelum puasa, setelah Sholat Idul Fitri dan setelah Sholat Idul Adha.
Adapun lokasinya adalah di lapangan terbuka, tapi kadang kala bisa juga di dalam Masjid, tergantung cuaca.
Dalam tradisi Makan Basamo ini para Ibu-ibu membawa nasi, lauk pauk dan buah-buahan yang disusun rapi diatas talam atau baki.
Adapun jenis lauk pauknya adalah masakan kampung seperti goreng belut, gulai ikan, goreng jengkol dan lain sebagainya.
Menurut Zulkifli Latif salah seorang tokoh masyarakat di Jorong Padang Panjang, tradisi Makan Basamo sudah ada sejak tahun 1970 an yang tujuannya menjalin silaturahmi dan masih terjaga sampai sekarang.
Awal mula tercipta tradisi Makan Basamo karena sebelumnya di Jorong Padang Panjang ada tradisi berkunjung kerumah-kerumah penduduk yang dilakukan secara berkelompok setelah melaksanakan Sholat Ied.
Tapi ada warga yang protes karena rumahnya tidak sempat dikunjungi karena lokasinya jauh, maka keluarlah gagasan untuk bersilaturahmi disatu tempat yang disertai dengan makan bersama.
Bagi para perantau yang pulang kampung, tradisi Makan Basamo sangat ditunggu-tunggu karena pada kesempatan itu para perantau dapat bercengkrama sambil bercanda dengan masyarakat. (HZ)

Tinggalkan Balasan