
Padang, Scientia – Tim percepatan pembebasan lahan Tol Padang-Pekanbaru, akan secara aktif untuk mencari, mendatangi dan mengunjungi semua pemilik lahan yang telah terdata guna mempercepat proses pembebasan.
“Karena data pemilik lahan termasuk yang tanah ulayat sudah ada, kita akan kunjungi satu persatu. Individu per individu supaya proses pembebasannya bisa cepat,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat rapat di Padang, Kamis (17/6/2021).
Dalam rapat bersama OPD dan instansi terkait itu, Audy menjelaskan, pemilik tanah ulayat itu sebagian sudah meninggal dan ahli warisnya cukup banyak dan tinggalnya tersebar tidak hanya di Sumbar. Tapi karena memang dibutuhkan tanda tangannya, tim akan mengunjungi semua.
“Dalam tim kita sekarang tergabung banyak pihak yang memiliki pengalaman dalam hal pembebasan lahan juga diback up dari penegak hukum karena itu proses bisa dipercepat,” katanya.
Kepala Kantor BPN Sumbar Saiful mengatakan, pihaknya dalam proses pembebasan berpedoman pada UU 22 tahun 2012.
Tahapan pertama adalah identifikasi dan inventarisasi yang dilakukan pengukuran, pemetaan dan pendataan terhadap bidang tanah yang terdampak trase jalan tol.
Total ada 580 bidang yang harus dibebaskan. Sekarang pihaknya fokus pada 233 bidang tanah (16 persen) untuk dicarikan dokumennya agar segera bisa divalidasi. Selain itu 332 bidang (22 persen) yang belum dimusyawarahkan juga jadi sasaran dokumen yang dimintakan untuk percepatan pembebasan.
“Tahap II sudah lakukan pengumunan terhadap peta bidang tanah dan daftar nominatif hasil pendataan subjek dan objek hak tersebut, sudah diumumkan 1471 bidang. Progress 99 persen. Artinya ada 1 persen (15 bidang) di Tarok City,” ujar Syaiful. (rel/bos)

Tinggalkan Balasan