
Dharmasraya, Scientia – Ratusan warga yang mengatasnamakan sebagai masyarakat adat Koto Baru Silombiak Nagari Koto Nan Ampek Dibawuh Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya gelar aksi damai di perkebunan sawit, Jumat (6//2023)
“Aksi ini dipicu dari persengketaan tanah ulayat yang dikuasai oleh investor/pembeli yang diduga memperluas lahannya yang ditanami sawit,” kata Aidil Fitri Dt. Pangulu Bosau Koordinator Aksi
Adil Fitri Dt. Pangulu Bosau mengatakan saat aksi disambut oleh pihak pengelola perkebunan sembari memperlihat peta yang diterbitkan oleh Badan Pertahanan Nasional Dharmasraya bahwa pihak pengelola hanya memiliki lahan perkebunan kelapa sawit kurang lebih 236 hektar yang telah bersertifikat atau alas hak.
Berdasarkan hal tersebut Adil Fitri Dt. Pangulu Bosau meminta kepada pihak pengelola untuk memperlihatkan dokumen kepemilikannya.
“Sebelum persoalan ini tuntas secara mediasi bersama pihak kepemilikan pengelola perkebunan sawit ini terpaksa akses jalan masuk keperkebunan kami blokir dengan memasang portal,” tegasnya
Sebagai informasi, aksi damai ini memiliki 10 tuntutan sebagai berikut:
1. Mengeluarkan alat berat (Ekscavator) dari tanah ulayat yang tidak ada alashak;
2. Tidak lagi menggunakan peta citra untuk menyerobat tanah ulayat;
3. Menentukan batas terakhir yang telah disepakati oleh orang lapangan bersama ninik mamak dan saksi;
4. Tidak boleh memakai pihak orang lain untuk menentukan titik koordinat selain yang bernama Hendrik, Sihen, dan Kasman;
5. Perjanjian tertulis untuk anak yatim dan fakir miskin;
6. Perjanjian tertulis peruntukan niniak mamak dan pemuda;
7. Ukur ulang lahan yang dikuasai baik APL atau HPK;
8. Prioritaskan angkutan warga sekitar untuk mengangkut buah;
9. Tidak ada lagi penambahan lahan, dan
10. Mempekerjaan warga setempat sesuai bidang dan ahlinya.
Sementara itu, Simatupang, perwakilan pengelola perkebunan kelapa sawit yang merupakan pekerja saat ditanyai media mengatakan perkebunan ini dimiliki oleh 9 orang yang mengatasnama Kelompok Tani Dharmasraya.
“Saya disini hanya melaksanakan tugas yang diperintahkan atasan,” ucapnya
Dari aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat adat ini akan saya tidaklanjuti kepada atasan. pungkas Simatupang (tnl)

Tinggalkan Balasan