Tangerang Selatan, Scientia – Persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia tidak bisa diselesaikan jika hanya berharap pada pemerintah saja. Dibutuhkan partisipasi berbagai pihak, termasuk masyarakat agar berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini dapat diselesaikan. Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Kota Tangerang Selatan, Drs. Moh. Saleh Asnawi, MA. MH., dalam acara bedah buku “Membedah Persoalan Bangsa” karya Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Lestari Moerdrijat.
Acara dengan tema “Peran Strategis Pemuda Menjawab Persoalan Bangsa” tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, 27 Februari 2022, di Aula Komplek Lubana Sengkol, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Bedah buku yang diselenggarakan Garda Pemuda Nasional Demokrat (GPND) Tangerang Selatan itu dilaksanakan dalam rangka pengejawantahan spirit restorasi Indonesia dan program yang dicanangkan Partai NasDem demi terwujudnya negara kuat, bangsa berdaulat, dan rakyat sejahtera.
Selain Drs. Moh. Saleh Asnawi, MA. MH yang menjadi pembicara kunci dalam acara itu, juga hadir pembicara lain yaitu Hamdan Suhaemi (Ketua Rijalul Ansor, Provinsi Banten), Azwar, M.Si. (Dosen Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, UPN Veteran Jakarta) dan David Krishna Alka (Peneliti MAARIF Institute dan Anggota LHKP PP Muhammadiyah).
Azwar, M.Si. dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa berbagai persoalan bangsa saat ini hadir karena buntunya komunikasi antara aktor-aktor penting bangsa.
“Semakin sempitnya ruang diskusi di tengah-tengah masyarakat membuat rentannya terjadi silang pendapat oleh berbagai pihak,” jelas Azwar yang juga merupakan peneliti pada Arah Indonesia Medkon itu.
Membuka kran diskusi sebagai upaya menciptakan ruang publik yang demokratis menurut Azwar merupakan bagian penting dari usaha untuk mewujudkan cita-cita kehidupan bersama yaitu Indonesia berdaulat, adil makmur, dan sejahtera.
Sementara itu David Krisna Alka menyampaikan bahwa buku yang diinisiasi oleh Lestari Moerdrijat ini merupakan inti sari dari diskusi-diskusi politik dan kebangsaan yang dilaksanakan oleh Forum Diskusi Denpasar 12.
“Apa yang dilakukan oleh Ibu Lestari Moerdrijat ini merupakan usaha melanjutkan tradisi diskusi dengan menghadirkan berbagai pakar dan tokoh-tokoh masyarakat di Partai Nasdem,” ucap David.
Dalam diskusi tersebut muncul beberapa catatan penting, diantaranya; pertama perlu mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdrijat yang menjadikan rumah dinasnya di Jln. Denpasar 12 itu menjadi ruang publik, tempat bertemu, berdiskusi, membahas isu-isu kepublikan.
Kedua buku ini membahas berbagai persoalan bangsa seperti persoalan Natuna, China, dan Keamanan Laut Kita, Persoalan Aparat Sipil Negara (ASN), Perdebatan tentang RUU Ketahanan Keluarga, Persoalan bagaimana SDGS bisa menyejahterakan masyarakat Indonesia, kemudian Persoalan pentingnya kehadiran Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, dan juga membahas persoalan peta jalan pendidikan Nasional.
Ketiga, inti semua persoalan yang dibahas sejatinya mampu menyadarkan masyarakat bahwa banyak hal yang menjadi tugas bersama bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, melalui berbagai diskusi yang melibatkan publik, bisa diharapkan memberikan solusi bagi persoalan bangsa. (*)
Reporter: Sabdany Tzara A.

Tinggalkan Balasan