
Padang, Scientia – Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina menanggapi harga komoditas pangan yang terus naik bulan di bulan Ramadhan. Ia meminta pemerintah skenario jangka pendek, menengah maupun jangka panjang dalam mengendalikan harga komoditas pangan.
“Harga pangan ini harus dikendalikan pemerintah. Fundamental perekonomian Indonesia yang kuat, dengan surplus neraca transaksi berjalan, peningkatan cadangan devisa, nilai tukar rupiah yang stabil, dan perbaikan pertumbuhan ekonomi, membuat Indonesia lebih resilien (ketahanan) menghadapi goncangan jangka pendek dari ketegangan geopolitik yang kerap terjadi,” kata Nevi, Kamis (07/04).
Legislator asal Sumatera Barat II ini merinci, harga pangan seperti kedelai, gandum dan komoditas pangan lainya terus mengalami gangguan distribusi. Sebagai gambaran, Perkiraan peredaran kedelai impor 90%, sisanya 10 % dalam negeri. Gula dalam proses harmonisasi impor.
Namun demikian, HPP pemerintah mesti dapat siap untuk intervensi menghadapi spekulan dan distribusi. Daging sapi baru masuk puluhan ribu ton baik swasta maupun bulog. Bawang merah, cabe ketersediaan terganggu karena produksi tidak stabil.
“Faktor eksternal dan internal negara kita sangat besar mempengaruhi produksi pangan kita. Namun demikian, Sumber Daya Alam kita sangat besar untuk menumbuh kembangkan kapasitas produksi pangan tertentu yang menjadi unggulan,” katanya.
Oleh karena itu, minta Nevi, roadmap jangka pendek, menengah dan anjang mesti dapat disusun, mulai dari perbaikan sistem produksi, instrumen distribusi, manajemen logistik baik gudang penyimpanan maupun teknologi pengemasan.
“Hingga penentuan harga yang dikendalikan pemerintah”, tutup Nevi Zuairina. (pzv)

Tinggalkan Balasan