
Pariaman, Scientia – Presiden Joko Widodo menegaskan agar tidak ada lagi kesulitan yang dihadapi pengusaha dalam mengurus izin usahanya. Hal tersebut disampaikan dalam peluncuran sistem Online Single Submission (OSS) berbasis resiko.
“Saya tidak mau lagi mendengar adanya suap. Semua harus dilakukan secara terbuka, transparan dan memudahkan para pengusaha,” sampainya, Kamis (9/8).
“Jika ada aparat pemerintah yang tidak bersih, yang mau coba-coba, silahkan lapor kepada saya,” tegas Jokowi.
Ia melanjutkan, OSS Berbasis Resiko ini merupakan reformasi yang sangat signifikan, layanan perizinan secara online yang terintegrasi, terpadu, dengan paradigma berbasis resiko dan jenis perizinannya akan disesuaikan dengan tingkat resikonya.
“Negara kita masuk peringkat ke-73 dari 190 negara dalam kemudahan berusaha (ease of doing business) menurut laporan Bank Dunia tahun 2020. Itu artinya sudah masuk dalam kategori mudah,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP & Naker) Kota Pariaman, Alfian Harun mengatakan, sistem OSS Berbasis Risiko dalam perizinan berusaha ini akan semakin memudahkan masyarakat dalam mengurus perizinan yang ada.
“Tujuan dari program ini untuk memangkas birokrasi, sesuai dengan arahan Bapak Jokowi. Masyarakat yang sering mengeluh dengan banyaknya pungli, dengan sistem ini akan semakin mudah mengurus perizinan dan gratis,” terangnya.
“Saya berharap melalu program ini , para pelaku usaha mikro dan kecil dapat merasakan kemudahan dalam mengurus izin usaha, terutama dalam mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB),” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan