Bukittinggi, Scientia – Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menyampaikan, sejak pandemi Covid-19 melanda daerah itu, telah mengakibatkan meningkatnya jumlah masyarakat miskin di kota itu.
“Sebelum pandemi Covid-19 masyarakat yang nasibnya kurang beruntung (miskin) 19.000 jiwa dari jumlah penduduk Bukittinggi 127.000 jiwa. Kini jumlah masyarakat miskin bertambah menjadi 33.000 jiwa,” kata Wako Erman di sela peresmian kantor Lurah Manggis Ganting, Mandiangin Koto Selayan (MKS), Rabu (29/12/2021).
Ia menjelaskan, bertambahnya jumlah masyarakat yang kurang beruntung itu disebabkan diberlakukan PPKM hingga mengakibatkan dibatasinya kegiatan ekonomi masyarakat.
Meski demikian, lanjut Erman, Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi berupaya mengatasi kesulitan ekonomi tersebut dimana nantinya akan dibuat program yang meringankan beban masyarakat.
“Salah satu program tersebut yakni terkait biaya sekolah. Mulai Januari 2022, Orang tua murid tidak perlu lagi memikirkan atau membayar uang SPP, komite dan biaya lain di sekolah. Semua biaya tersebut ditanggung Pemko Bukittinggi dan hal itu telah disepakati bersama DPRD Bukittinggi,” jelas Erman langsung disambut suka cita para ibu-ibu yang hadir.
Diingatkan Wako, untuk mendapatkan biaya sekolah gratis tersebut, mayarakat harus terlebih dulu mendapatkan atau memiliki Kartu Bukittinggi Hebat (KBH).
“Melalui program KBH itu, Pemko bukan saja mengatasi biaya sekolah anak-anak namun termasuk masalah-masalah perekonomian, bantuan sosial dan biaya pengobatan,” terangnya.
Wako menambahkan, jika nanti ditemukan masalah insidental, misalnya ada warga tidak mampu, sakit tidak punya uang dan tidak terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), masyarakat tidak perlu khawatir.
“Ya, jika ditemukan kondisi warga demikian, tidak perlu kwatir, lapor kepada lurah. Kemudian Pemko akan mengatasi dan bekerja sama dengan Baznas. Baznas akan back up dan support,” jelas Erman. (aef)

Tinggalkan Balasan