Pasar Ekonomi Kreatif, Wisata di Tengah Pandemi

Pasar Ekonomi Kreatif, Promosi Wisata di Tengah Pandemi

Pasar Ekonomi Kreatif, Wisata di Tengah PandemiPayakumbuh, Scientia – Pasar Ekonomi Kreatif (Ekraf) sajikan seni pertunjukan dan kuliner tradisional Minangkabau. Festival ini sebagai promosi wisata Payakumbuh di tengah pandemi, Minggu (11/11).

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial mengatakan Pemprov Sumbar menggelar Festival Ekraf yang bersumber dari dana APBD Provinsi Sumbar, hasil reformat anggaran-anggaran penyelenggaran ekonomi kreatif yang awalnya akan diadakan secara konvensional sebagaimana biasa.

“Penyelenggaran Festival Ekraf diubah polanya dengan tambahan mengedepankan protokol kesehatan, namun tanpa penonton. Karena yang akan kita tuju sebetulnya adalah konten-konten promosi berupa campuran aktifitas Ekraf dengan objek wisata ikonik,” ujarnya.

Di Payakumbuh, Pasar Ekraf digelar dari tanggal 14 November hingga 13 Desember 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe dan pelaksana kegiatan tersebut adalah Komunitas atau organisasi masyarakat (Ormas) Masyarakat Peduli Seni dan Budaya (MPSB) Kota Payakumbuh.

Sebenarnya tidak banyak daerah yang bisa mendapatkan kesempatan emas seperti ini, karena rasanya akan sulit menggelar kegiatan Pasar Ekraf di tengah pandemi Covid-19, mengondisikan penonton yang hadir, mengonsep acara, hingga bagaimana promosi wisata dan budaya dapat terlaksana dengan baik.

Namun, Masyarakat Peduli Seni dan Budaya (MPSB) Kota Payakumbuh berhasil mengajukan proposal yang dapat memenuhi permintaan Pemprov Sumbar. Mereka konsep acara tersebut sedemikian rupa dengan menghadirkan pelaku seni Gamaik se Sumatera Barat, pelaku seni tradisi se Luak Limopuluah, dan pelaku kuliner tradisional minang dari 10 nagari di Payakumbuh.

Ketua MPSB Afrizal didampingi Ketua Pelaksana Deni Rianto alias Deni Rao didampingi Sekretaris Muhammad Farhan, Jumat (13/11) lalu saat diwawancara anggota Balai Wartawan dalam persiapan acara mengatakan acara ini dikonsep agar mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dimana konsep pasar ekonomi kreatif ini adalah bagaimana mempromosikan kuliner tradisi dan kesenian tradisi Minangkabau yang ada di tengah pandemi Covid-19.

“Tetap bisa menampilkan hiburan masyarakat seperti seni gamaik yang penampilnya langsung didatangkan perwakilan kelompok seni se Sumatera Barat. Ada lagi pertunjukan saluang, randai, dan tari-tarian minang ditambah dengan disediakan booth makanan tradisional terdiri dari 10 kenagarian di Kota Payakumbuh. Seluruh kuliner yang disediakan gratis bagi pengunjung,” kata Deni Rao.

Run down acara pasar Ekraf ini bagaimana di hari Senin, Selasa dan Rabu akan tampil penampilan seni gamaik, sementara itu di hari Kamis acara libur. Di hari Jumat tampil seni tradisi.

Kemudian panitia menyiapkan kembali pada akhir pekannya di hari Sabtu dan Minggu untuk gelaran produk makanan dan kuliner tradisional dengan diselingi hiburan seni tradisi yang ada di Luak Limopuluah.

Protokol kesehatan ketat yang diberlakukan membatasi jumlah pengunjung yang hadir saat pelaksanaan acara, mengacu kepada Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru.

Untuk itu, panitia menyediakan formulir online bagi pengunjung bila ingin hadir ke lokasi acara.


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *