
Bukittinggi, Scientia — Setelah mengalami darurat stok Oksigen beberapa hari lalu, Kota Bukittinggi kini menerima bantuan sebanyak 70 tabung oksigen concentrat dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes).
“Alhamdulillah, puluhan tabung oksigen konsentrat bantuan Kemenkes itu sudah sampai siang tadi di Bukittinggi,” ujar Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar kepada media ini, Senin (16/8/2021).
Wako Erman mengatakan, kini puluhan tabung oksigen itu disimpan di Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi, Aur Kuning, Aur Birugo Tigo Baleh.
“Bantuan 70 tabung oksigen itu dibawa dari Jakarta. Setelah sampai di Bukittinggi langsung dibawa ke DKK dan diterima plt DKK Bukittinggi, Erwin Umar,” terangnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukittinggi kehabisan stok oksigen. Kondisi demikian, membuat Wako sedih. Guna mengatasi kelangkaan oksigen itu, berbagai upaya ia dilakukan.
Erman meminta bantuan ke daerah tetangga seperti ke Kota Padang, Kabupaten Sijunjung, rumah sakit lain dan klinik, hingga menghubungi koneksi ke Jakarta.
“Mengatasi kelangkaan oksigen tersebut, selain minta bantuan oksigen ke daerah tetangga, saya juga hubungi relasi di Jakarta. Diantara, saya hubungi Waseskab, Anggota DPR RI, Andre Rosiade dan Ade Rizki termasuk Menkes,” ucapnya.
Disisi lain, ada pertanyaan masyarakat kenapa Pemko Bukittinggi tidak membeli saja oksigen untuk mencukupi kebutuhan di RSUD.
“Bukan pemerintah tak bisa beli, tapi kesedian oksigen memang alami kelangkaan. Hal tersebut disebabkan kebutuhan dan kasus Covid-19 meningkat,” jelas Wako. (aef)

Tinggalkan Balasan