Bupati Dharmasraya, Sutan Riska saat pelepasan jemaah haji di Masjid Babussalam. Selasa, (7/6) [foto : ist]

Pemberangkatan Jamaah Haji Asal Dharmasraya Terdiri Dari Dua Gelombang

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska saat pelepasan jemaah haji di Masjid Babussalam. Selasa, (7/6) [foto : ist]
Bupati Dharmasraya, Sutan Riska saat pelepasan jemaah haji di Masjid Babussalam. Selasa, (7/6) [foto : ist]
Dharmasraya, Scientia – Pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) sebanyak 158 orang asal Kabupaten Dharmasraya tahun ini dibagi melalui dua gelombang. Pada gelombang pertama CJH berangkat sebanyak 150 orang pada hari ini, sedangkan sisanya berangkat pada gelombang kedua, tanggal 1 Juli mendatang.

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan, tahun ini CJH dari Dharmasraya terdiri dari 159 orang, namun yang akan berangkat hanya 158 orang. Hal ini dikarenakan satu orang CJH batal berangkat haji karena sakit.

“Saat ini kita lakukan pelepasan jamaah haji asal Dharmasraya. Jumlahnya sekitar 158 orang,” ujar Sutan Riska saat pelepasan jemaah haji di Masjid Babussalam. Selasa, (7/6)

Perjalanan haji, Kata sutan Riska, pada hakikatnya merupakan perjalanan suci yang semua rangkaian kegiatannya adalah merupakan ibadah kepada Allah. Untuk itu, sudah sepantasnya JCH asal Dharmasraya yang akan berangkat pada tahun ini untuk dapat bersyukur karena diberikan kemampuan dan kesempatan untuk beribadah ke tanah suci.

“Jamaah yang akan dapat berangkat tahun ini harus banyak-banyak bersyukur. Sebab kita mengetahui bahwa banyak di antara saudara kita yang mungkin punya kemampuan baik secara fisik maupun ekonomi untuk melaksanakan ibadah haji, namun belum diberikan kesempatan oleh Allah. Ataupun yang punya kesempatan untuk pergi namun belum memiliki kemampuan di segi ekonomi maupun fisik,” jelas Bupati yang juga Ketua Apkasi Indonesia.

Ia berharap, CJH yang akan berangkat melaksanakan ibadah haji dapat menunaikan ibadahnya dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh kesabaran. Sebab dalam firman-Nya, Allah secara khusus menegaskan bahwa balasan bagi orang melaksanakan ibadah haji dan mendapatkan haji mabrur tak lain adalah surga.

“Oleh karena itu, untuk haji yang mabrur tersebut dibutuhkan persiapan dan perjuangan yang sebaik-baiknya, sehingga dalam pelaksanaan nanti tidak ditemui kendala dan hambatan yang berarti. Untuk itu, saya himbau kepada Bapak dan Ibu calon jamaah haji untuk dapat menjaga kesehatan sebelum keberangkatan maupun pada saat pelaksanaan dan kembali ke Tanah Air nantinya,” ucap Sutan Riska. (tnl)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *