
Pasbar, Scientia— Menyambut pemilu Umum Kepala Daerah tahun 2024 mendatang Pemkab Pasbar mulai membahas pengusulan anggaran yang dibutuhkan oleh Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu di wilayah itu.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pasaman Barat, Defi Irawan, Kamis (3/11/2022) mengatakan pihaknya bersama dinas terkait, mulai membahas pengusulan anggaran pemilu untuk tahun 2024 mendatang.
Ia menyampaikan untuk lembaga KPU mengusulkan sebesar Rp88 miliar dan Bawaslu sebesar Rp18 miliar.
Defi Irawan menyampaikan dengan adanya penambahan nagari atau desa yang awalnya 19 nagari saat ini bertambah 71 Nagari sehingga total nagari yang ada menjadi 90 nagari maka anggaran Pilkada kemungkinan besar bertambah dari pemilu sebelumnya.
“Biaya operasional petugas otomatis naik sehingga anggaran yang dibutuhkan meningkat. Hal itulah yang akan dibahas bersama,” sebutnya
Ia menyebutkan telah menerima proposal dari KPU dan proposal pengajuan anggaran dari Bawaslu untuk biaya Pilkada serentak tahun 2024 mendatang.
Secara prinsip, katanya, Pemkab akan membantu dan menyiapkan dana Pilkada tersebut namun harus dilakukan pembahasan secara teliti agar kebutuhan setelah penambahan jumlah nagari di Pasbar bisa terakomodir.
Sementara itu, Ketua KPU Pasaman Barat Alharis mengatakan kenaikan kebutuhan anggaran Pilkada 2024 itu dipicu oleh sejumlah faktor yang mempengaruhinya.
Selain kenaikan honorarium penyelenggara adhock juga ada kemungkinan ada penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan kemungkinan lebih lebih dari satu pasangan calon perseorangan.
“Khusus untuk tahapan calon perseorangan memang dulu dilakukan. Kita memperkirakan maksimal lima pasang calon perseorangan sehingga butuh anggaran yang besar. Sebagai bentuk antisipasi saja,” katanya.
Senada yang di sampaikan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat Embra bahwa kenaikan usulan agaran tersebut karna jumlah nagari di wilayah itu bertambah. Dan untuk proposal sudah di sampaikan kepada pemerintah daerah, sebutnya
Ia mengatakan untuk saat ini belum bisa di pastikan berapa anggaran yang di setujui karna usulan masih tahap pembahasan, katanya (Idn)

Tinggalkan Balasan