
PASBAR, SCENTIA— Pemkab Pasaman Barat kembali memberangkatkan 75 orang siswa berprestasi melakukan studi banding ke Malaysia dalam rangka melihat proses pendidikan di negara itu.
“Benar, sebanyak 75 siswa yang diberangkatkan itu didampingi oleh guru, kepala sekolah, pengawas berprestasi serta pendamping dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman Barat”, kata Bupati Pasaman Barat Hamsuardi disaat pelepasan rambongan, Selasa (12/12).
Ia mengatakan kegiatan ini adalah janji saya memberikan penghargaan atau reward dan keberangkatan ini merupakan keberangkatan ke dua.
Menurutnya kegiatan tersebut adalah wujud kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap siswa, guru dan pengawas berprestasi.
Ia berharap penghargaan atau reward ini menjadi motivasi bagi siswa, pengawas sekolah, guru dan kepala sekolah untuk berprestasi lebih baik atau berkinerja dan berkarakter lebih baik.
“Pelaksanaan kegiatan reward studi banding ini adalah janji kita kepada siswa dan guru berprestasi dan keberangkatan tersebut merupakan keberangkatan kedua kalinya. Sebanyak 75 orang yang berangkat ini berasal dari SD/MI, SMP/MTs, guru, kepsek, pengawas berprestasi dan pendamping. Yang kita sebar di 11 kecamatan yang ada di Pasaman Barat.
Ia menyebutkan para juara umum atau siswa berprestasi telah bekerja keras dan sudah mengharumkan nama Pasaman Barat.
Untuk itu, diberikan hadiah studi banding ke Malaysia dan bukan sekedar selusin buku.
Ia berharap, kegiatan tersebut tetap dilanjutkan di tahun depan agar mutu pendidikan di Pasaman Barat juga terus meningkat.
Difasilitasi Pemerintah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman Barat Agusli mengatakan pelaksanaan studi banding ke Malaysia dilaksanakan mulai tanggal 13 hingga 17 Desember 2023.
“Siswa-siswi tersebut dibekali uang saku Rp 300.000 per siswa, jaket, tas, topi, baju batik, alat tulis beserta paspor dan seluruh akomodasi selama disana termasuk biaya ketempat wisata juga kita akomodir,” katanya.
Menurutnya kegiatan itu merupakan ide dari Bupati Pasaman Barat Hamsuardi untuk memberikan apresiasi kepada siswa-siswi berprestasi.
“Nanti, siswa berprestasi tersebut akan melihat bagaimana prosesnya pendidikan di negara tetangga Malaysia itu. Sehingga siswa-siswi ini memiliki semangat dan motivasi untuk terus mengasah kemampuan,” harapnya
Ia menjelaskan dari 75 orang yang kita berangkatkan itu dua orang berasal dari siswa berprestasi di Nagari Kajai yang sebelumnya mengalami bencana gempa pada tahun lalu. (Idn)

Tinggalkan Balasan