![Wakil Gubernur Sumbar Audy saat menerima kedatangan Kepala Puslitbang Geopark dan Lingkungan Hidup Universitas Tamansiswa Padang, Osronita di ruang kerjanya. [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/05/f7fd47cd-b55b-4af4-8906-a8a3357404b7.jpg)
“Kita upayakan segera, Geopark Ranah Minang merupakan aset bagi pengembangan pariwisata di Provinsi Sumatera Barat. Kita juga akan bentuk Badan Pengelola yang Independen dan Profesional di bidang Geopark/Kebumian,” ujar Audy saat menerima kedatangan Kepala Puslitbang Geopark dan Lingkungan Hidup Universitas Tamansiswa Padang, Osronita di ruang kerjanya. Selasa, (18/5).
Audy menyebutkan, pengembangan Geopark Ranah Minang membutuhkan dukungan dari seluruh daerah untuk pengembangan kawasan dengan infrastruktur pendukung sesuai standar. Seperti adanya hotel yang nyaman, Rest Area dan penunjang lainnya, sehingga bisa menjadi desitinasi pariwisata berkelas dunia.
“Geopark Ranah Minang punya keindahan alam eksotik yang merupakan warisan geologi dan budaya serta memiliki keragaman flora dan fauna. Kita memiliki geopark dengan keunikan geoheritage (keunikan geologi), bioheritage (keunikan hayati) hingga cultural heritage (keunikan budaya),” sebutnya.
Sementara itu, Osronita menjelaskan, pengelolaan geopark tersebut perlu dilakukan secara professional. Badan pengelola yang dijalankan secara independen bertugas penuh agar dapat fokus, serius dan bertanggung jawab penuh dalam pengembangan geopark. Hal ini sesuai dengan hasil pertemuan pembahasan Kongres Nasional Ke 2 Jaringan Geopark Indonesia yang diselenggarakan di Jogjakarta tanggal 23-24 Maret 2021.
“Dengan Badan Pengelola yang independen, pariwisata di Sumatera Barat berpeluang besar mendapatkan fasilitas bantuan CSR perusahaan BUMN dan NGO dari luar negeri. Sehingga pembiayaan pengembangan Geopark tidak bergantung pada APBD,” jelasnya.
Dia juga menyebutkan, pengembangan destinasi wisata alam yang dikemas dalam Geopark merupakan wujud dari pengelolaan aspek geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity. Kegiatan pariwisatanya juga akan menentukan kualitas sumber daya alam dan budaya yang beranekaragam untuk dapat terus dinikmati wisatawan yang perlu dijaga keasliannya.
“Potensi Geopark Ranah Minang harus menjadi kesatuan pembangunan kepariwisataan berbasis konservasi, edukasi dan peningkatan ekonomi masyarakat di Sumatera Barat,” sebutnya.
Sementara, Osronita juga memberikan gambaran dan menyiapkan dokumen rencana manajemen pengembangan potensi sumber daya wisata Geopark Ranah Minang.(Clo)
![Wakil Gubernur Sumbar Audy saat menerima kedatangan Kepala Puslitbang Geopark dan Lingkungan Hidup Universitas Tamansiswa Padang, Osronita di ruang kerjanya. [foto : ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/05/f7fd47cd-b55b-4af4-8906-a8a3357404b7.jpg)
Tinggalkan Balasan