Sosialisasi Sanitasi Layak Guna Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Sosialisasi Sanitasi Layak Guna Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Oleh:

Mansur Juned

(Dosen Program Studi Hubungan Internasional, FISIP, UPN Veteran Jakarta)

 

SANITASI layak dan penyediaan air bersih merupakan aspek penting karena berkaitan dengan salah satu target dari tujuan pembangunan berkelanjutan atau dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam pencapaian tujuan ini, kolaborasi pemerintah dengan masyarakat sangat perlu dilakukan. Partisipasi dan kerja sama seluruh pihak terkait dalam penyediaan air bersih serta sanitasi yang layak merupakan fondasi dalam usaha menciptakan lingkungan hidup yang bersih.

Sanitasi layak dapat menciptakan kondisi sosial yang baik. Apabila kondisi ini berlangsung secara berkelanjutan, pada gilirannya akan turut meningkatkan produktivitas masyarakat. Dengan demikian, menurut Wadu dkk, keterlibatan masyarakat menjadi penting, sehingga keterlibatan masyarakat dapat mendukung program-program yang dijalankan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Di Indonesia, permasalahan sanitasi merupakan permasalahan yang telah lama terjadi di masyarakat dan tidak mudah untuk dituntaskan. Perilaku buruk masyarakat yang mengabaikan pentingnya sanitasi, maupun fasilitas sanitasi lingkungan yang belum layak dan belum memenuhi standar kesehatan masih banyak di Indonesia. Berdasarkan laporan dari Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hampir 65% air sungai di Indonesia dalam keadaan tercemar berat, dan sumber utama dari pencemaran tersebut justru berasal dari limbah rumah tangga atau domestik. Lingkungan yang sanitasinya buruk dapat menjadi sumber berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan masyarakat.

Sosialisasi Sanitasi Layak sebagai Upaya untuk Mendukung Program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)

Penyuluhan atau sosialisasi dalam berbagai bentuk banyak dilakukan berbagai komponen masyarakat yang peduli akan pentingnya kesehatan lingkungan. Dengan memperhatikan beberapa bentuk kegiatan pengabdian maupun penelitian yang pernah dilakukan, serta berdasarkan hasil berdiskusi dengan Achmad Sofyan, Ketua Pokja Kelurahan Sehat Kelurahan Serua, Bojongsari, Depok, penyuluhan kesehatan lingkungan masyarakat perlu dilakukan di wilayah tersebut. Sebagian dari masyarakat di sana masih perlu mendapatkan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sanitasi bersih yang layak dan memenuhi standar kesehatan bagi mereka.

Sebagai tindak lanjut dari dialog yang dilakukan, kegiatan penyuluhan dilaksanakan dengan pemberian materi yang diiringi dengan pre-test dan post-test. Kegiatan penyuluhan juga turut mengundang narasumber dari Puskesmas Bojongsari untuk memberikan materi tentang kondisi serta pentingnya sanitasi yang layak bagi masyarakat.

Hasil Kegiatan Sosialisasi Sanitasi Layak di Kelurahan Serua, Bojongsari, Depok

Sosialisasi dilaksanakan dengan menyampaikan pemahaman mengenai pengertian sanitasi, hubungannya dengan kesehatan lingkungan, khususnya lingkungan fisik (tanah, air, dan udara), maupun benda-benda yang berada di lingkungan tersebut, serta beberapa contoh sanitasi lingkungan antara lain: penyediaan air bersih, sarana jamban keluarga, sarana pembuangan sampah, dan sarana pembuangan air limbah (selokan/got).

Selanjutnya dijelaskan juga mengenai dua jenis sanitasi yang perlu untuk diketahui, yaitu sanitasi dasar dan sanitasi lingkungan. Sanitasi dasar yang meliputi penyediaan air bersih, sarana jamban keluarga, sarana pembuangan sampah, dan sarana pembuangan air limbah.

Penyediaan air bersih ditekankan pada air bersih yang layak dikonsumsi, dengan memperhatikan sumber air bersih, sistem distribusi dari air bersih tersebut, serta tempat penyimpanan air. Penjelasan kedua adalah mengenai sarana jamban keluarga. Penjelasan tentang jamban keluarga ini cukup penting karena pada pidato pembukaan kegiatan sosialisasi Sekretaris Desa sempat menyinggung kebiasaan dari sebagian masyarakat di kelurahan ini dengan menjadikan kolam ikan sebagai jamban keluarga.

Untuk itu, tim sosialisasi berusaha menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut tidak sehat, tidak memenuhi syarat sanitasi dasar, dan menjelaskan bagaimana seharusnya jamban yang sehat dibuat. Bila jamban tidak sehat, limbah jamban dapat menimbulkan penyakit akibat banyaknya bakteri di dalamnya, seperti bakteri penyebab typhus, kolera, dan hepatitis.

Selanjutnya Tim Pengabdi menyampaikan elemen sanitasi dasar ketiga yaitu sarana pembuangan sampah. Terkait hal ini, Tim Pengabdi memberikan penjelasan tentang pengertian sampah, jenis penggolongan sampah yang terdiri dari sampah organik (sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Dijelaskan juga bagaimana pengelolaan sampah, dan anjuran untuk memisahkan tempat pembuangan sampah organik dan anorganik. Selain itu dijelaskan juga mengenai prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle. Disampaikan juga bagaimana membuang sampah di tempat umum, dengan menggunakan tempat sampah yang ditandai dengan warna.

Setelah menjelaskan sanitasi dasar, tim sosialisasi juga menjelaskan tentang sanitasi lingkungan. Sanitasi lingkungan adalah segala sesuatu yang diupayakan agar lingkungan kita menjadi lebih sehat, bersih, dan nyaman. Contoh sanitasi lingkungan antara lain penyediaan sarana air bersih, toilet umum atau MCK, menjaga selokan atau got tetap lancar dan tidak tersumbat, mengadakan bank sampah atau pengolahan limbah.

Kegiatan sosialisasi sanitasi layak di Kelurahan Serua berhasil membuat peserta mengerti sanitasi dan memahami pentingnya sanitasi dalam usaha menciptakan lingkungan yang bersih. Hasil dari evaluasi akhir kegiatan sosialisasi ini adalah materi penyuluhan yang telah disampaikan berhasil memperluas pengertian para peserta akan cakupan-cakupan sanitasi dasar dan sanitasi lingkungan. Dengan demikian, diharapkan kedepannya pengetahuan yang diterima peserta dalam sosialisasi ini dapat diterapkan oleh mereka untuk menciptakan lingkungan dengan sanitasi layak. (*)

 


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *