
Padang, Scientia-Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu budaya Universitas Andalas telah menyelenggarakan acara Penyerahan Hadiah Pemenang Lomba Esai Hamka Tingkat Nasional: Memperingati 115 Tahun Buya Hamka pada Rabu (25/10/2023) di Ruang Seminar FIB Unand. Acara ini merupakan tahap akhir dari rangkaian kegiatan lomba penulisan esai tentang Hamka yang telah berlangsung sejak bulan Juni 2023 yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kata sambutan disampaikan oleh Ketua Prodi Sastra Indonesia, Dr. Aslinda, M.Hum. Pada sambutan itu, Ketua Prodi Sastra Indonesia menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan lomba tidak hanya ditujukan untuk mengenang Buya Hamka, tetapi juga merupakan bentuk kecintaan dan penghormatan pada sosok yang lahir di Maninjau, 17 Februari 1908 tersebut. Selanjutnya dijelaskan, Buya Hamka bukan saja merupakan tokoh nasional, tetapi juga menjadi tokoh internasional. Bukti kalau HAMKA adalah tokoh internasional, pada tahun 1959, Buya Hamka sudah dianugerahi Dr. Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar Cairo. Pada tahun 1974 convokesyen ke-2 Universiti Kebangsaan Malaysia, Buya Hamka juga dianugerahi ijazah kehormat Dr. Honoris Causa. Ikatan Keluarga Mahasiswa Minang (IKMM) UKM bekerja sama dengan Fakulti Pengajian Islam UKM juga melaksanakan Seminar Serantau Seabad Buya Hamka pada tahun 2010 yang disponsori juga oleh Tan Sri Dato Seri Utama Dr. Rais Yatim. Tahun 2016 Melayu Nusantara UKM juga mengundang Legasi Hamka dalam rancangan Wacana Ilmu dan Ziarah Silaturrahim Waris Hamka.
Kegiatan ini pun adalah tindak lanjut dari pembicaraan ketika Tim Universitas Andalas yang terdiri dari: Dr. Aslinda,M.Hum, Dra. Noviatri, M.Hum, Dra. Armini, M.Hum, dan Dr. Rima Devi, M.Hum mendapat undangan dari Yb. Sen. Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim, Yang Di-Pertua Dewan Negara hadir di Parlemen Malaysia pada bulan Januari 2023. Ketika itu Dato’ Sri memberikan arahan untuk melakukan kegiatan membuat lomba tentang karya-karya Buya Hamka.
Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka merupakan seorang sastrawan, budayawan, sejarawan, ulama sekaligus filsuf yang karya-karyanya telah dikenal di penjuru dunia. Sepanjang hidupnya, Hamka telah menulis sebanyak 84 buku. Di bidang sastra, novelnya yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Ka’bah, dan Merantau Ke Deli adalah beberapa karyanya yang paling terkenal dan dua di antaranya sudah difilmkan serta mendapat apresiasi tinggi. Hingga kini, karya-karyanya masih dibaca, bahkan dikaji oleh banyak akademisi dari negara-negara, seperti Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Proses pelaksanaan lomba ini diketuai oleh Dr. Zurmailis, M.A dan Wakil Ketua Dra. Armini Arbain, M.Hum. dengan Sekretaris dan Wakil Sekretaris, Rizky Amelya Furqan, S.S., M.A. dan Andina Meutia Hawa, M.Hum. Panitia bertugas mengelola proses penerimaan naskah dan proses lainnya yang berkenaan dengan peserta lomba. Pelaksanaa lomba ini juga didukung oleh seluruh dosen Program Studi Sastra Indonesia.
Proses perlombaan ini dilakukan dalam beberapa tahapan. Tahap pertama adalah pengumuman dan pengumpulan naskah yang dilakukan pada tanggal 6 Juni–18 Agustus 2023. Pada tahap ini sebanyak 31 peserta mengirimkan esai terbaik mereka. Topik yang diangkat berkutat pada kepiawaian Hamka dalam menulis karya sastra. Melihat antusiasme peserta dan keberagaman pemikiran yang dituangkan di dalam esai, terbukti bahwa karya-karya Hamka masih berpengaruh dan relevan hingga saat ini.
Tahap kedua adalah seleksi enam karya terbaik untuk menentukan pemenang oleh para juri. Melalui hasil musyawarah, Dr. Ivan Adilla, M.Hum, Dr. Zelfeni Wimra, M.Hum, dan Akmal Nasery Basar, selaku juri lomba memutuskan enam peserta terbaik. Rilen Dicki Agustin dari Universitas Andalas dengan esai berjudul “Merantau yang lain dalam Dua Karya Hamka” sebagai Juara 1, Sulfiza Ariska dari Universitas Terbuka melalui esai “Rancak di Labuah: Representasi Masyarakat Tradisional Minangkabau dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck” sebagai Juara 2, Mutiara Gita Cahyani dari Universitas Negeri Semarang dalam esai “Apresiasi Karya Buya Hamka melalui Game Petualangan Eskplorasi Sastra Interaktif (Hamka’s Saga: A Literary Adeventure Berbasis Kritik Sastra Mimetik dan Analisis intertekstual) sebagai Juara 3, Abdurrahmansyah dari Universitas Andalas menulis esai berjudul yang “Hamka dan Rantau dalam 115 Tahun hingga 115 Tahun Lagi” sebagai Juara Harapan 1, Akhmad Suwistyo dari Universitas Andalas, Melestarikan Hamka: Adaptasi Narasi Sastra sebagai Juara Harapan 2, dan Rizki Adi Cahyono, Universitas Negeri Semarang dengan esai “Sastra Buya Hamka: Menyelami makna, Menapak Masa depan Indonesia” Juara Harapan 3.
Tahap ketiga dari kegiatan lomba adalah penyerahan hadiah kepada para pemenang. Kemudian, ucapan terima kasih disampaikan kepada Tan Sri Dato Seri Utama Dr. Rais Yatim yang telah memberikan kepercayaan pelaksanaan lomba ini kepada Program Studi Sastra Indonesia Universitas Andalas dan telah mensponsori lomba ini secara penuh.
Penyerahan hadiah pemenang lomba dihadiri oleh Dekan FIB, Prof. Dr. Herwandi, M.Hum, dan Wakil Dekan III, Dr. Reniwati, M.Hum, Sekretaris Program Studi Sastra Indonesia, Alex Darmawan,S.S., M.A, dan staf pengajar FIB Universitas Andalas, serta mahasiswa. Acara dilakukan secara hibrid sebab pemenang yang berasal dari luar daerah juga dapat mengikuti dan menghadiri acara ini secara hibrid. Pada kesempatan tersebut juga hadir Sonezza Ladyanna, S.S., M.A., dosen Prodi Sastra Indonesia yang sedang tugas mengajar sekaligus melanjutkan studi doktor di Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan. Acara penyerahan hadiah juga dimeriahkan oleh penampilan akustik dari mahasiswa FIB Unand dan diakhiri dengan sesi foto bersama (rel)

Tinggalkan Balasan