![Narasumber Ngobrol Keterbukaan dalam rangka HAKIN Ke-13, di Kantor KI Sumbar. [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210430-WA0012.jpg)
Untuk itu, Komisioner KI Sumbar, Adrian Tuswandi menilai, pentingnya keterbukaan informasi disetiap lembaga publik. Melalui gagasan peringatan Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HAKIN) saat ini, setiap informasi harus dimasifkan. Menurutnya, tidak ada informasi yang harus ditutupi, selagi itu berhubungan dengan kepentingan publik.
“Meski HAKIN masih bersifat de facto, belum de jure, namun kami di internal KI baik di tingkat pusat maupun provinsi, selalu memperingati setiap tahunnya. Semoga pemerintah bisa segera menetapkan HAKIN sehingga bisa diperingati secara resmi setiap tahun, dengan terbitnya Perpres HAKIN,” ujar Adrian Tuswandi dalam acara Ngobrol Keterbukaan dalam rangka HAKIN Ke-13, di Kantor KI Sumbar. Jumat (30/4).
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Sumbar, Jasman Rizal mengungkapkan bahwa satu hal yang sangat penting saat ini adalah pembenahan bagi Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID). Disamping konsolidasi internal antara Komisi Informasi dengan Diskominfo.
“Ini penting, dalam upaya mempertahakan predikat Sumbar sebagai Provinsi Informatif, atau setidaknya Menuju Provinsi Informatif,” kata Jasman.
Pernyataan Jasman itu sekaligus menjawab keraguan Isa Kurniawan pelaku pemerhati. Dia melihat prediket Sumbar yang pernah menyandang predikat Provinsi Informatif saat ini mengalami penurunan.
“Nah, untuk mengembalikan Sumbar menjadi Provinsi Informatif, perlu komitmen kita bersama, khususnya Diskominfo Sumbar,” kata Isa.
Hafir sebagai narasumber Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar HM Nurnas, Kadis Kominfo Sumbar Jasman Rizal, Gusriyono, Ketua FJKIP Sumbar dan Isa Kurniawan, Pemerhati Keterbukaan Informasi. (*)
![Narasumber Ngobrol Keterbukaan dalam rangka HAKIN Ke-13, di Kantor KI Sumbar. [foto : ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210430-WA0012.jpg)
Tinggalkan Balasan