![Ketua PW GP Ansor Sumbar, Rahmat Tk Sulaiman saat memberikan tausiah kepada santri Ponpes Nurul Yaqin Imam Al-Ghazali. [foto : sci]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220819-WA0014.jpg)
“Kemerdekaan Indonesia bukan kado dari Jepang dan juga hadiah dari Jepang. Tapi kemerdekaan itu didapatkan dari perjuangan bangsa Indonesia yang bertumpah darah,” ujar Rahmat Tk. Sulaiman.
Rahmat mengatakan, spirit perjuangan itu mesti dijadikan sebagai refleksi bagi kaum santri dalam meraih cita-cita. Apalagi dengan ilmu yang dimiliki, santri memiliki banyak peluang untuk menjadi pemimpin di masa depan.
“Sejarah telah membuktikan bahwa tidak ada keterbatasan bagi santri dalam mewujudkan apa yang telah dicitakan. Sebab, pada masa itu banyak pemimpin-pemimpin yang lahir dari kalangan santri,” jelasnya.
Untuk itu, kata Rahmat, tidak ada yang salah jika para santri memiliki mimpi yang besar. Semua itu dapat terwujud jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.
“Tidak ada masalah untuk kedepan, jika seorang santri bermimpi untuk menjadi pemimpin di Indonesia. Seperti salah satu tokoh terdahulu kita, Abdurrahman Wahid atau Gusdur yang mampu menjadi Presiden RI ke-3 dan KH Ma’aruf Amin yang merupakan Wakil Presiden kita saat ini,” katanya.(mwp)
![Ketua PW GP Ansor Sumbar, Rahmat Tk Sulaiman saat memberikan tausiah kepada santri Ponpes Nurul Yaqin Imam Al-Ghazali. [foto : sci]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220819-WA0014.jpg)
Tinggalkan Balasan